Kepala BKN Desak UU ASN Segera Direvisi, Tapi Hal Ini Bukan Demi Honorer K2

PILAHBERITA - Kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara) Bima Haria Wibisana mengatakan, UU Aparatur Sipil Negara ( ASN ) harus direvisi secara terbatas, tetapi hal ini jelas bukan demi honorer K2
Namun, dia tidak setuju apabila revisi UU ASN dalam rangka membuka keran yang seluas-luasnya kepada honorer K2 dan nonkategori agar bisa terakomodir sebagai PNS.
"Revisi terbatas UU ASN memang harus dilakukan karena ada pasal-pasal yang harus diperjelas. Misalnya adalah pasal tentang posisi KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Itu kan tidak jelas banget posisi KASN-nya," kata Bima, Rabu (26/6).
Posisi KASN, lanjutnya, harus lebih diperkuat lagi karena memegang peran penting dalam mengawasi ASN.
"KASN itu sebenarnya mirip dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sayangnya, fungsi mereka tidak kelihatan karena tidak ada pasal pendukung. Nah ini yang harus diperkuat lagi dengan merevisi UU ASN," tegasnya.
Hal lain yang mendesak adalah pasal terkait tentang talent management. Menurut Bima, dalam revisi UU ASN harus dipertegas time limit talent management itu kapan harus dicapai. Kalau tidak ada hal tersebut, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa tercapai.
"Salah satu pasal di UU ASN menyebutkan, bila sudah ada talent management maka tidak perlu ada lagi seleksi terbuka. Nah, ini sampai kapan waktunya. Kapan ada talent management kalau time limitnya tidak ada," sambungnya.
Mengenai usulan revisi soal pembahasan usia syarat bisa mendaftar CPNS, menurut Bima, itu tidak perlu. Pembatasan batas usia 35 bagi PNS sudah harga mati. Sebab, ada PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) yang diperuntukkan bagi usia di atas 35 tahun.
"Revisi UU ASN penting tapi bukan untuk mengubah aturan main dalam rekrutmen CPNS. Usia 35 tahun itu sudah mutlak. Kami hanya sepakat bila revisi terbatas pada penguatan posisi KASN dan adanya time limit talent management. Kalau untuk membuka keran agar honorer K2 dan nonkategori bisa masuk, kami jelas tidak setuju," tegasnya.
Sumber : www.jpnn.com

0 Response to "Kepala BKN Desak UU ASN Segera Direvisi, Tapi Hal Ini Bukan Demi Honorer K2"

Posting Komentar