PERMENDIKBUD NO 17 TAHUN 2016 TELAH DISAHKAN, 3000 GURU DIPASTIKAN KEHILANGAN TUNJANGAN SERTIFIKASI

Pilahberita.com – Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam bapak dan Ibu Guru, PNS serta teman-teman sahabat Pilahberita lainnya dimanapun berada. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Pada malam hari ini redaksi Pilahberita hadir dengan informasi tentang permendikbud no 17 tahun 2016 telah disahkan, 3000 guru dipastikan kehilangan tunjangan sertifikasi, simak info selengkapnya dibawah ini...
Kalangan pendidik di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) saat ini resah. Pasalnya, sekitar 3.000 guru pegawai negeri sipil (PNS) terancam tak menerima tunjangan profesi menyusul terbitnya Permendikbud Nomor 17 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi.
Regulasi itu memuat ketentuan guru penerima tunjangan profesi wajib memenuhi rasio siswa minimal.
Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan PGRI Sukoharjo, Sahono mengatakan, berdasarkan peraturan tersebut, guru penerima tunjangan profesi wajib memenuhi rasio siswa minimal, yakni jenjang Taman Kanak-kanak (TK) 15:1, jenjang SD-SMA dan sederajat 20:1.
“Misalnya, satu guru SD harus mengajar 24 jam tatap muka dalam sepekan dengan jumlah siswa minimal 20 siswa. Hal ini tidak bisa diterapkan di sekolah pinggiran yang jumlah siswanya sangat minim,” ujarnya, seperti dikutip dari Solopos.com, Rabu (16/11/2016).
Menurutnya, rasio siswa minimal, bisa diterapkan di sekolah-sekolah di wilayah perkotaan seperti Grogol,
Kartasura dan Kota Sukoharjo. Namun kondisi ini berbanding terbalik di sekolah-sekolah pinggiran seperti Weru, Bulu atau Tawangsari, di mana beberapa sekolah jumlah siswanya di setiap kelas kurang dari 20 siswa.
“Jumlah guru bersertifikat di Sukoharjo sekira 4.000 orang. Sementara guru bersertifikat yang terancam tidak bisa menerima tunjangan profesi lebih dari 70 persen atau sekira 3.000 guru,” pungkasnya.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Didi Suprijadi juga menambahkan, masalah tersebut muncul lantaran regulasi yang mengatur rasio siswa minimal, oleh karena itu, Didi bakal berjuang untuk mengubah regulasi itu agar warga tak lagi resah dan khawatir.
“Regulasi harus diubah dan kami akan berjuang sekuat tenaga. Kami akan melakukan lobi dan pendekatan terhadap pemerintah pusat,” kata dia.
Sumber : (http://www.suarapgri.com/) .

Demikian Berita dan informasi yang dapat redaksi Pilahberita bagikan pada malam hari ini. Semoga bermanfaat untuk bapak dan ibu. Jika berkenan mohon dibagikan ya beritanya dan berikan komentar di kolom komentar dibawah ini. Terima kasih karena telah tetap setia bersama Pilahberita.com, situs berita resmi PNS dan Guru, terbaru, terupdate dan terpercaya di Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PERMENDIKBUD NO 17 TAHUN 2016 TELAH DISAHKAN, 3000 GURU DIPASTIKAN KEHILANGAN TUNJANGAN SERTIFIKASI "

Posting Komentar