Pilahberita.com – Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat siang bapak dan Ibu Guru, PNS serta teman-teman sahabat Pilahberita lainnya dimanapun berada. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Pada siang hari ini redaksi Pilahberita hadir dengan informasi tentang Sering Bolos Mengajar, 600 Guru Ikut Praktek Penggandaan Uang Dimas Kanjeng Dan Kepala Sekolah Jadi Koordinatornya, simak info selengkapnya dibawah ini...
Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Nganjuk, Jawa Timur, cukup banyak. Jumlahnya sekitar 1.200 orang. Yang ironi, 600 orang di antaranya adalah guru. Sebagian dari mereka tinggal di Padepokan Dimas Kanjeng dan bolos mengajar sejak Juli.
Mengapa banyak guru jadi pengikut Dimas Kanjeng? Ternyata, ada kepala sekolah yang bertindak sebagai koordinator. Merekalah yang mencari pengikut sekalian mengumpulkan uang yang dijanjikan bisa memperoleh kembalian dalam jumlah berlipat. Para korban setor uang dalam jumlah bervariasi. Mulai jutaan hingga ratusan juta rupiah.
Baca Juga :
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Nganjuk baru saja memeriksa lima guru dan kepala sekolah yang bertindak sebagai koordinator. Mereka bolos kerja sejak Juli karena tinggal di padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo.
“Lima guru dan kepala sekolah tersebut sebelumnya menetap di padepokan. Dengan demikian, mereka tidak menjalankan kewajiban mengajar. Karena itu, kelimanya lantas dipanggil,” kata Sekretaris Disdikpora Nganjuk Ibnu Hajar.
Terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepada korban Dimas Kanjeng untuk aktif melaporkan ke Polda Jawa Timur. Tito meyakinkan korban penipuan dari Dimas Kanjeng akan terus bertambah.
“Ya kalau ada yang merasa jadi korban silahkan menyampaikan,” ujar Tito di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Sabtu (1/10).
Mantan Kapolda Metro Jaya juga mengapresiasi Polda Jawa Timur yang bertindak cepat untuk menangkap Dimas Kanjeng ini. Tito mengaku, kasus tersebut harus diusut sampai tuntas.
Saat ini Dimas Kanjeng telah ditetapkan tersangka kasus pembunuhan dan penipuan terhadap para santri di padepokannya. “Saya minta untuk lakukan tindakan tegas,” katanya.
Sebelumnya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjadi tersangka pembunuhan terhadap dua orang santrinya yakni, Ismail dan Abdul Gani. Dia juga sudah menjadi tersangka dalam penipuan modus penggandaan uang. Selain kasus pembunuhan dan penipuan, Dimas Kanjeng juga diduga telah melakukan penistaan agama.
DOWNLOAD APLIKASI BERITA PNS DAN GURU LANGSUNG DI HP ANDA MELALUI PLAYSTORE UNTUK DAPATKAN INFORMASI TERBARU DARI KAMI SEPUTAR BERITA PNS DAN GURU DISINI >> play.google.com/BeritaPNSdanGuru
Demikian Berita dan informasi yang dapat redaksi Pilahberita bagikan pada siang hari ini. Semoga bermanfaat untuk bapak dan ibu. Jika berkenan mohon dibagikan ya beritanya dan berikan komentar di kolom komentar dibawah ini. Terima kasih karena telah tetap setia bersama Pilahberita.com, situs berita resmi PNS dan Guru, terbaru, terupdate dan terpercaya di Indonesia.


EmoticonEmoticon