DIRJEN GTK : "GURU INGIN LULUS PLPG ? MINIMAL HARUS MENCAPAI NILAI INI !!"

Selamat malam bapak dan ibu guru seluruh indonesia yang sedang menjalani aktifitas dimanapun berada. Salam sejahtera untuk kita semua. Malam hari ini kami hadir seputar berita Sertifikasi guru yang sedang menjadi topik hangat perbincangan para guru indonesia.  Entah mengapa tiba-tiba pemerintah mencabut aturan sertifikasi guru berbayar. Padahal sebelumnya dalam Pakta Integritas‎ dicantumkan bahwa calon peserta sertifikasi guru untuk jalur Sertifikasi Guru-Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG) harus membiayai sendiri sertifikasinya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata menyatakan ketentuan sertifikasi guru berbayar akan direvisi sambil menunggu Surat Edaran dari Dirjen GTK Kemendikbud. SG-PPG dengan pembiayaan sendiri hanya diberlakukan bagi guru baru, yakni mereka yang mulai menjadi guru pada 2016.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan di seluruh Indonesia dan seluruh lembaga penyelenggara sertifikasi guru, yaitu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Prinsip dasarnya, untuk guru yang sudah diangkat sampai tahun 2015, pemerintah akan biayai proses sertifikasinya,” tutur Pranata, Jumat (15/4).

Menurutnya, pendaftaran calon peserta PLPG juga akan diperpanjang hingga Mei 2016.‎ 
Pembebasan biaya sertifikasi guru oleh pemerintah tersebut tetap harus memerhatikan kualitas guru.

Setelah mengikuti PLPG, para guru harus lulus Ujian Tulis Nasional (UTN) dengan nilai minimal 80 (dari 100). Jika dinyatakan tidak lulus UTN karena nilainya tidak mencapai 80, guru tersebut tidak bisa mengikuti PLPG untuk kedua kalinya karena PLPG hanya bisa diikuti satu kali. Namun ia tetap bisa mengikuti UTN lagi.

Kewajiban bagi guru untuk memiliki sertifikat pendidik diatur dalam vUndang-Undang  Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (UUGD).  UU tersebut menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Guru profesional minimum harus sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.‎
(Sumber : http://www.jpnn.com)

Bagaimana pendapat bapak dan ibu? Jika berkenan mohon dituliskan dikolom komentar ya..terima kasih telah berkunjung..


Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "DIRJEN GTK : "GURU INGIN LULUS PLPG ? MINIMAL HARUS MENCAPAI NILAI INI !!""

  1. Menurut saya,pertimbangkan masa kerjanya! Coba bapak lihat guru honorer di kampung-kampung guru tk di gaji dari spp yang cuma Rp 5000/bulan,dengan murid 45 siswa,itu juga ada yang ga bayar,belum oprasional,coba bapa tebak berapa gaji guru tk disana?

    BalasHapus
  2. Seharusnya begitu. Apalagi jika diadakan tes ulang pada guru guru yang sudah bersertifikat, malah lebih bagus. Ingat, guru bermutu adalah wajib

    BalasHapus
  3. Seharusnya begitu. Apalagi jika diadakan tes ulang pada guru guru yang sudah bersertifikat, malah lebih bagus. Ingat, guru bermutu adalah wajib

    BalasHapus