Pilahberita.com - Assalamualaikum Wr WB. Selamat Malam bpak dan ibu PNS seluruh Indonesia. Berita seputar rasionalisasi PNS kembali kami hadirkan paa malam hari ini. Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Kebijakan, Penyusunan, Evaluasi Program, dan Pembinaan SDM Kementerian Pendayagu‎naan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Bambang Dayanto Sumarsono mengatakan, PNS yang masuk daftar rasionalisasi‎ akan diberikan kompensasi. Dengan demikian, PNS yang dirumahkan tersebut bisa memikirkan alternatif pekerjaan lainnya.
"PNS yang kena rasionalisasi akan diberi pesangon. Dalam usulan kami, pesangonnya diberikan sekaligus dan tidak dicicil agar bisa dimanfaatkan PNS-nya untuk usaha dan lain-lain. Tapi keputusan akhirnya ada di Kementerian Keuangan, karena mereka paling tahu apakah dana cukup atau tidak," ujar Bambang kepada JPNN, Sabtu (5/3).
Dia mencontohkan, bila PNS yang kena rasionalisasi umurnya 45 tahun, maka pesangonnya dihitung berdasarkan masa kerja hingga 58 tahun sesuai batas usia pensiun (BUP) yang diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN).
PNS yang mendapatkan pesangon, syaratnya sudah mengabdi minimal 10 tahun. 
"Rasionalisasi berupa pensiun dini juga diberlakukan untuk PNS yang pengabdiannya minimal 10 tahun," sergahnya.
Dalam roadmap rasionalisasi, ada sekira 1,37 juta PNS jadi target. Mereka tersebar di jabatan fungsional umum dengan pendidikan SMA, SMP, dan SD.
Rasionalisasi akan dilakukan bertahap selama empat tahun, sehingga pada 2019 jumlah PNS menjadi 3,5 juta dari 4,517 juta pegawai.
sumber : jpnn.com
Demikian Berita seputar rasionalisasi PNS yang dapat kami bagikan pada malam hari ini. semoga bermanfaat. Terima kasih karena tetap setia bersama kami di Pilahberita.com situs nasional PNS dan Guru.

7 komentar

bagaimana dengan pendidikan minimal SMA masih muda tapi kinerjanya bagus..? apakah hal itu sudah dipikirkan terlebih dahulu, seharusnya disurvey dahulu yg mana yang layak di rasionalisasikan jangan krn hanya tamatan SMA sehingga dirumahkan....sangat tidak setuju... justru sekarang dilihat dengan fakta yg ada justru yang berpangkat rendah atau tamatan SMA yang bagus kinerjanya... sangat tidak setuju dan miris baca beritanya beritanya...

bagaimana dengan lulusan sma sewaktu jadi ASN tapi mempunyai ijazah sarjana yang sah apakah bisa diperbaharui dan dapat diusulkan langsung.

iya saya sangat setuju di pendapat dari bang sofyan avian.
bgmn dgn yg hanya lulusan sma/smea kejuruan yang pendidikannya hanya sampai SMA saja akan tetapi kalau mau dilihat justru kinerjanya baik daripada yang lulusannya Sarjana, bahkan untuk yang hanya lulusan SMA/KEJURUAN mempunyai pengalaman kerja yg cukup lama...kalau bisa mohon dipertimbangkan lagi...dan mungkin bs diseleksi dalam hal PNS yang akan dirumahkan. mdah2an bs ditindaklanjuti. terima kasih.

masuk kerja pakai ijash SMA pd waktu th. 1986 itu sudah termasuk lumayan karena waktu itu yg punya ijasah sarjana lebih memilih jadi guru atau dosen. perlu ada kebijakan jangan disamakan dengan yg masuk kerja pakai ijasah SMA pd tahun 20015.

Saya rasa cara terbaik untuk menyaring PNS berkualitas adalah dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi ulang PNS, sesuai jenjang pendidikan dan bidang pekerjaannya....itu lebih baik dan adil daripada memberhentikan PNS sesuai jenjang pendidikannya tanpa memperhatikan kompetensinya. Si Menteri harusnya lebih CERDAS dan BIJAK

Saya rasa cara terbaik untuk menyaring PNS berkualitas adalah dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi ulang PNS, sesuai jenjang pendidikan dan bidang pekerjaannya....itu lebih baik dan adil daripada memberhentikan PNS sesuai jenjang pendidikannya tanpa memperhatikan kompetensinya. Si Menteri harusnya lebih CERDAS dan BIJAK

Saya rasa cara terbaik untuk menyaring PNS berkualitas adalah dengan menyelenggarakan Uji Kompetensi ulang PNS, sesuai jenjang pendidikan dan bidang pekerjaannya....itu lebih baik dan adil daripada memberhentikan PNS sesuai jenjang pendidikannya tanpa memperhatikan kompetensinya. Si Menteri harusnya lebih CERDAS dan BIJAK


EmoticonEmoticon