MULAI TAHUN 2016, SEMUA GURU WAJIB MEMILIKI SERTIFIKAT PENDIDIK !!

Pilahberita.com – Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua. Mulai tahun 2016 nanti pola sertifikasi guru akan digantikan dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pola sertifikasi guru yang sebelumnya banyak digunakan adalah melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Rencana kesempatan guru untuk mengikuti sertifikasi melalui pola PLPG akan berakhir pada tahun 2015.

Penetapan PPG sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi guru untuk menjadi pendidik profesional akan segera diberlakukan dengan tegas. Ini merupakan salah upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama para pendidiknya atau guru.
 PPG adalah semacam program pendidikan pra jabatan sebagai sertifikasi profesi jabatan. Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Mulai tahun 2016 mendatang guru akan dinilai sesuai dengan profesi jabatan yang mereka emban berdasar profesinya sebagai tenaga pendidik profesional.

Para guru akan mengikuti PPG selama 1 tahun, setelah itu mendapat gelar "Gr" dan sertifikat pendidik serta pantas menyandang status guru profesional. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam peraturan tersebut tenaga pendidik akan dinilai sesuai dengan profesi jabatan mereka.

Mulai tahun 2016 Program-program profesi guru (PPG) yang selama ini dilaksanakan pemerintah pusat, bakal dilaksanakan secara mandiri oleh Perguruan Tinggi.

Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Petrus ly kepada wartawan , Senin (2/3) lalu, menjelaskan , seorang guru professional ‘Gr’ setelah menamatkan sarjana pendidikannya wajib mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Dan tahun 2016 mendatang ,jelasnya , semua guru wajib memiliki sertifikat untuk bisa mengajar. Sesuai ketentuan, jelas Petrus Ly, mulai tahun 2016 mendatang, yang menjadi guru wajib memiliki sertifikat guru professional sebagai syarat utama. Sementara untuk guru yang selama ini belum bersertifikat guru professional harus mengikuti lagi pendidikan keprofesian.

Menurut Petrus Ly program ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan guru professional yang memiliki kompetensi kepribadian , dan kompetensi sosial. Menurut Ly, PPG tersebut merupakan program kementrian melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan baru pertama kali diadakan di Undana. Peserta PPG selama masa orientasi enam bulan dan masa belajar satu tahun harus diasramakan. Peserta PPG yang dikukuhkan tahun 2015 ini, merupakan peserta SM3T selama dua tahun yang mengabdi di Provinsi Kalimantan Timur dan Papua.

(Sumber: blogomjhon)

Demikian berita dan informasi yg dapat redaksi Pilah Berita bagikan pada malam hari ini dan semoga bermanfaat. Jika berkenan mohon berikan komentar dan pendapatnya. Tetap setia bersama Pilahberita dan wassalam..

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "MULAI TAHUN 2016, SEMUA GURU WAJIB MEMILIKI SERTIFIKAT PENDIDIK !!"

  1. sertikat pendidik seharusnya diutamakan kepada guru pns yang masa kerjanya sudah memenuhi kriteria. di daerah saya, kabupaten muna, dan sy yakin di daerah lain jg terjadi banyak kecurangan dalam hal penetapan peserta sertifikasi. honorer yang tdk ditau tempat honornya dan dengan masa kerja setahun atau bahkan kurang bs sj menjadi peserta sertifikasi selama ada uang yg dosetor. kalau uang sdh bicara maka kejahatan administrasi (manipulasi data) pun terjadi. akibatnya, guru yang sebenarnya sdh memenuhi syarat, bahkan sudah mengantongi ijazah master dari PTN berakreditasi A atau bertandar internasional tergeser oleh adanya peserta "siluman" ini yang ijazah sarjananya pun diperoleh dgn instan. ini sangat sangat merugikan. semoga ketidakadilan ini segera ditindaki agar sangsi yang dikumandangkan di ats bisa terwujud dgn baik dan adil sehingga guru profesional tdk terbuang oleh adanya manipulasi yang merajalela.

    BalasHapus
  2. sertifikat pendidik seharusnya diutamakan untuk guru pns terlebih dahulu, bukan tenaga honorer krn profesinya bisa sj berubah sewaktu-waktu. di daerah sy, kabupaten muna sulawesi tenggara, dan sy yakin di daerah lain juga, banyak terjadi kecurangan dalam menetapkan peserta sertifikasi. mulai dari manipulasi data sampai pemotongan dan penyetoran upeti kepada pengelola (orang2 tertentu yg suka 'bermain' uang). tenaga honorer yang tidak ditau tempat honor dan masa kerjanya pun bisa menggeser guru pns yang jelas2 masa kerjanya sdh memenuhi syarat, bahkan menggeser guru pns yang sdh mengantongi gelar master dari PTN berakreditasi A ataupun bertandar internasional. sekali lagi yang penting siap membayar. jika uang sdh masuk kantong pengelola maka apapun bs terjadi trmasuk manipulasi data supaya bisa memenuhi syarat sbg peserta sertifikasi. ini sangat dan sangat merugikan krn tdk adil. semoga kasus ini bisa ditindaki agar aturan yg dikumandangkan di atas bisa tepat sasaran. terimakasih.

    BalasHapus