Assalamualaikum Wr Wb. Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua. Pada malam hari ini Pilah Berita hadir dengan berita tentang beberapa aturan kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) yang dinilai mengancam para guru.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kalimantan Selatan H. Dahri, mengatakan, ada puluhan ribu guru di Provinsi Kalsel terancam tidak naik pangkat.
Sebab, katanya, berdasarkan peraturan terbaru dari salah satu Dirjen pada Kementerian Kebudyaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah RI, setiap guru wajib membuat karya ilmiah hasil penelitian.
Menurut dia, tampaknya sulit bagi guru untuk mematuhi kewajiban itu, terlebih yang mengajar pada taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), apalagi tugas mereka situasi dan kondisinya belum memungkinkan.
"Oleh karena itu, ketentuan tersebut bukan cuma
menghambat kenaikan pangkat para guru, tapi bisa mengekang karir," ujarnya.
"Berbeda dengan dosen, kewajibannya juga membuat karya ilmiah dan penelitian. Sedangkan tugas guru hanya mengajar anak didik mereka," ujarnya.
Oleh sebab itu pula, PGRI kembali akan membicarakan masalah yang berkaitan dengan kewajiban guru membuat karya ilmiah dan penelitian tersebut dengan pihak kementerian.
"Kita tidak ingin karena persoalan karya ilmiah dan penelitian, para guru terhambat karir serta kenaikan pangkat mereka," jelasnya.
Bila kewajiban membuat karya ilmiah dan melakukan penelitian itu tidak ada tawar menawar, maka bukan cuma Kalsel, tapi juga sekitar 800 ribu guru se-Indonesia akan terancam kenaikan pangkat.
Persoalan tersebut harus ada solusi terbaik, agar peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) bagi guru dapat terlaksana, dan di sisi lain tidak menghambat kenaikan pangkat para guru yang mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sekian berita dan informasi yang dapat redaksi PilahBerita bagikan pada malam hari ini semoga selalu bermanfaat untuk kita semua. wassalam

4 komentar

yang penting pelaksanaannya baik dan penilaiannya obyektif.., kalau pelaksanaannya kurang transparan dan penilaian terhadap guru itu masih sobyektif saya yakin tidak mengubah apapun...yang ada kami yang turut aturan hanya menjadi korban

Ini bukan ancaman, membuat KTI bukan hal yg baru. Sejak diberlakukannya Permenneg PAN&RB no. 16/2009 guru wajib membuat KTI untuk ngusul naik pangkat. Persoalannya banyak guru tidak mau sibuk dengan tugas ini, makanya jadi lambat naik pangkat. Jadi bapak/ibu guru mari kita MENCOBA MEMBUAT KTI, kan sudah pengalaman NYUSUN SKRIPSI To?...........kwkw

setuju dinda @Niyan Nidywati, melalui KTI, guru terstimukus untuk membaca ilmu kependidikan dan ilmu penelititian, nah kalo uda sering menulis, akhirnya akan mudah,


EmoticonEmoticon