Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menganggarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai 2016 mendatang. Pasalnya, skema ini lebih menguntungkan baik bagi PNS maupun bagi Pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, ada alasan besar pihaknya lebih memilih THR dibanding kenaikan gaji bagi PNS. Alasan tersebut berkaitan dengan pensiunan PNS.

"Setiap kali ada kenaikan gaji pokok berarti pensiun naik. Karena itu kita lebih baik berpikir bagaimana memperbaiki take home pay PNS dengan diberikan tunjangan," ujar Bambang di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Menurutnya, anggaran THR membuat konsekuensi membiayai pensiunan menjadi lebih kecil. Pasalnya, selama ini anggaran untuk membiayai pensiunan terbilang besar.

"Intinya karena enggak ada konsekuensi pensiun. Konsekuensi bisa berpuluh-puluh tahun ke belakang karena pensiunnya berpengaruh. Kalau dilihat besaran belanja pegawai adalah pensiun yang membuat besar. Pemerintah yang harus biayai pensiun," ucap dia.

Adapun anggaran THR yang disiapkan pada 2016 mendatang, lanjut Bambang sebesar Rp7,5 triliun dengan asumsi aparat negeri sipil sebesar empat juta orang di luar pegawai negeri daerah.
(Sumber : okezone.com)



EmoticonEmoticon