Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam dan salam sejahtera. Selamat menjalankan aktifitas untuk bapak dan ibu PNS seluruh Indonesia. Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan mengubah sistem kepangkatan pegawai negeri sipil (PNS) dengan menggunakan grade (tingkatan). Sistem baru ini telah dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gaji dan Tunjangan PNS.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Harya Wibisana mengatakan gaji dan Kepangkatan PNS sebelumnya hanya diatur mulai dari IA sampai 4E. Namun, ke depan akan ada grade 1 sampai 27. ”Itu nanti ada range -nya. Masa kerja sekian, kompetensi sekian, itu ada di-grade sekian sehingga kompetensi dihargai,” paparnya.

Bima mengatakan, kepangkatan ini akan berpengaruh pada sistem penggajian yang baru. Besaran gaji PNS juga akan dilihat dari grade yang dimiliki setiap PNS.

”Sistem kepangkatan akan berbeda. Ada 27 grade. Misal, pangkatnya 4A masa kerja 10 tahun dengan pendidikan doktor dengan pangkat 4A masa kerja 10 tahun pendidikan master, apakah gajinya sama? Kita akan membedakan. Kalau sekarang kan semuanya sama,” ungkapnya.
Menurut dia, data di BKN saat ini sudah jauh lebih baik dan teratur. Data-data yang rusak dan tidak jelas sudah dimusnahkan.

”Ini sekaligus pembersihan data yang rusak. Di samping itu juga agar data lebih lengkap,” tandasnya.
Dia menjelaskan sistem ini berlaku pada 1 Januari 2016 sehingga pendataan diharapkan akan tuntas sampai 31 Desember mendatang.

”Jangan sampai ini ditetapkan, data tidak ada. Jika ini semua terdata baik, kita siap untuk diterapkan tahun depan,” ungkapnya.
Demikian dan informasi seputas sistem penggajian baru PNS yang dapat redaksi pilahberita bagikan pada malam hari ini, semoga selalu bermanfaat dan terima kasih telah setia bersama pilah berita.

4 komentar

Semoga ini jngan hnya hrapan kosong bgi kmi, shngga akan mmacu kmi untuk mningkatkan prestasi, mohon bgi kmi pra guru jngan dbebani jam mengjar yg terllu berlebih, shngga kmi bsa bkerja dgn mksimal,

Ass.ww. pak, Suatu terobosan yg tepat , pegawai yg berprestasi dgn masa kerja yg jauh berbeda gajinya sama krn dsrnya golongan, dgn pola penggajian ini akan terlihat mana yg beras dan mana yang ata pak, Dalam penempatan jabatan eselonering ini perlu diatur juga,krn byk penempatan yg tdk tepat sasaran krn kalaborasi kepentingan dan like and dislike,misal sarjana kesehatan masuk kebidan pengelolaan pendapatan , ranju sehingga sering terjadi tdk nyambung dlm pengrlolaan pendapatan, tentu tdk tepat perlu penempatan ini sesuai dgn jalur pendidikkan,itulah selama ini yg menyebabkan kinerja kepeminpinan di Pemerintahan lemah,

Ass.ww. pak, Suatu terobosan yg tepat , pegawai yg berprestasi dgn masa kerja yg jauh berbeda gajinya sama krn dsrnya golongan, dgn pola penggajian ini akan terlihat mana yg beras dan mana yang ata pak, Dalam penempatan jabatan eselonering ini perlu diatur juga,krn byk penempatan yg tdk tepat sasaran krn kalaborasi kepentingan dan like and dislike,misal sarjana kesehatan masuk kebidan pengelolaan pendapatan , ranju sehingga sering terjadi tdk nyambung dlm pengrlolaan pendapatan, tentu tdk tepat perlu penempatan ini sesuai dgn jalur pendidikkan,itulah selama ini yg menyebabkan kinerja kepeminpinan di Pemerintahan lemah,

semoga kebijakan tersebut sampai ke daerah... karena banyak kebijakan hanya untuk kementrian pusat... di daerah tetap aja gaji 2jt an..


EmoticonEmoticon