BERSIAPLAH !! MULAI AWAL TAHUN 2016, PNS BERKUALITAS RENDAH AKAN DIPENSIUN DINIKAN

Selamat malam bapak dan ibu yang berbahagia, salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Para aparatur Sipil Negara (ASN), terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus siap-siap menghadapi pensiun dini. Kebijakan ini diberlakukan bagi pegawai yang kompetensinya rendah dan tidak bisa dikembangkan lagi.

"Dalam rangka penataan struktur organisasi kepegawaian, pemerintah akan mengambil kebijakan pensiun dini. Pensiun dini akan dikenakan mulai tahun 2016, kepada pegawai yang kualitasnya rendah," tegas Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, beberapa waktu yang lalu.

Untuk menilai mana PNS yang berkualitas super, menengah, biasa,dan rendah, akan diterbitkan Surat Edaran MenPAN-RB tentang kewajiban
seluruh instansi baik pusat maupun daerah melakukan uji kompetensi pegawainya. Agar hasilnya objektif, menurut Setiawan, pemerintah akan memberlakukan format baku agar pejabat pembina kepegawaian (PPK) tidak membuat rekomendasi berdasarkan like and dislike.

"Uji kompetensinya ini sangat penting karena akan dijadikan dasar penentuan klasifikasi PNS," ujarnya. 

Yang kualitas super dan menengah aman, yang kemampuan biasa harus digenjot dengan berbagai pendidikan dan pelatihan agar kompetensinya naik ke menengah. Sedangkan kualitas rendah, akan diajukan untuk dipensiunkan dini.

"Setiap PNS harus mengembangkan kualitasnya. Sebab, dalam UU ASN diwajibkan setiap aparatur memiliki kompetensi tinggi. Kalau kemampuannya stagnan dan tidak bisa berkembang meski sudah diberikan diklat, apaboleh buat PNS-nya kita pensiunkan," terangnya.

Mengenai SE untuk kewajiban PPK melakukan uji kompetensi, menurut Setiawan, dalam waktu dekat akan dilayangkan ke seluruh instansi pusat dan daerah. Pasalnya, uji kompetensi sudah harus dilakukan mulai awal Januari 2015 dan kebijakan pensiun dini bisa dimulai setahun setelahnya.

"Jadi nanti setelah uji kompetensi dan hasilnya didapat, baru kita lakukan pensiun dini pada 2016," pungkas Setiawan.
(Sumber : www.jpnn.com)

Demikian berita dan informasi terkait pensiun dini PNS yang dapat redaksi Pilah Berita bagikan pada malam hari ini semoga bermanfaat dan selamat beristirahat.


Subscribe to receive free email updates:

39 Responses to "BERSIAPLAH !! MULAI AWAL TAHUN 2016, PNS BERKUALITAS RENDAH AKAN DIPENSIUN DINIKAN"

  1. Wah niki sae,itu kabar baik! Asal jangan ada mafia yg suka main kucing-kucingan atau petak umpet !

    BalasHapus
  2. mantap pak menteri,karena skrg banyak yg jadi pegawai cuma modal nyogok doang,padahal kemampuan nol,dapat uang sertifikasi malah di pakai poya poya pakai beli mobil dll,pdhal sertifikasi itu sendiri berfungsi utk meningkatkat kualitas pegawai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pinter sekali analisisnya.. bpk diri sediri dah bagus belommm.. ssy sdh ikut uji kompetensi dg hasil baik. Sy serahkan ke pd pemerintahudah ada yg ngatur.introspeksi dulu ini sarapan publik.malu di baca sm tetangga nanti

      Hapus
    2. Anda sendiri siap bersaing dengan mereka..?

      Hapus
  3. Kualitas tinggi ya!... bukan sekedar ketepatan jam kerja...

    BalasHapus
  4. Setuju bangen kd bukan karena gelar tinggi tapi nol..kalau perlu mau naik pangkat ujian juga pak menteri..ibu baru mantap..mau menjabat haeus ujian...

    BalasHapus
  5. mau kualitas bagus??tahap awal pensiun dini yang punya ijazah palsu/bodong.

    BalasHapus
  6. Saya setuju dengan pak menteri,,tapi apa iya..dengan hasil ukg seorang pns akan di pensiun dinikan kalau hasilnya di bawah stNdar,,seharusnya pemerintah memberikan pelatihan atau diklat bagi para pns agar bisa berkembang,,khusuya untuk guru-guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca dulu baru protes, di atas dijelaskan dipilah dulu diberi pelatihan/kompetensi kalau tdk bisa juga baru dipensiunkan

      Hapus
  7. Semoga bisa secepatnya terlaksana agar kedepan PNS lebih punya kualitas yg mumpuni dan dapat menberikan kesempatan kepada orang2 berkualitas yang kalah dengan uang supaya bisa jadi PNS juga

    BalasHapus
  8. setuju sekali, soalnya katanya guru sudah profesional dengan mendapat sertifikat pendidik, eh...kok pakai laptop ga tahu..ngetik soal aja pake disuruh tata usaha...gimana mau ngajar pake slide power point?? pasang infokus aja ga bisa,,,

    BalasHapus
  9. bravoooo ASN asal kesejahteraan sesuai dengan kompetensi ajalah ...siapa takut ... selama ini uji kopetensi hanya sebagai formalitas, atau sekedar target coba - coba /obyek penelitian tentang sistem kinerja aparatur saja ...

    BalasHapus
  10. Pemerintah pusat itu omong kosong, kalau berani Terapkan di Papua terlebih dahulu.

    BalasHapus
  11. semestinya nilai dari uji kompetensi ini bukan menjadi patokan utama karena banyak yg telah memiliki nilai uji kompetensi tinggi tetapi bekerja di kantor hanya menyuruh orang lain atau bahkan temannya sendiri saja yang mengerjakan tugas tersebut sementara yg mempunyai pekerjaan itu selalu duduk dengan santai

    BalasHapus
  12. Sangat setuju akan tetapi jangan hanya bawahan/ staf saja yang dievaluasi tetapi semua PNS mulai dari Eselon I sampai golongan I, sebab banyak di Kementerian/Lemabaga dan Pemda dalam penentuan jabatan khususnya Eselon bermuatan politis dan lobi-lobi bukan karena kemampuan.

    BalasHapus
  13. Coba muatLah berita yang Lebih akurat serta didukung bukti-bukti yang mendukung. Tidak sekedar "AsBun" yg cuma menakuti mereka. Kalaupun, memang demikuan adanya, mereka pasti siap. Tujuan kepastian berita itu seharusnya memberikan point/ pesan pasti

    BalasHapus
  14. harusnya dari dulu diberlakukan karena banyak sekali PNS yang cuma tau absen masuk sama pulang doang.saat jam kantor gak tau pada kemana

    BalasHapus
  15. Seharusnya yang diNilai itu hasil Pekerjaannya, memang betul kalo uji kompetensi penting tapi buat apa pintar kalo malas dan tidak tau kerja???

    BalasHapus
  16. Seharusnya yang dinilai itu hasil kerjanya. Memang betul uji kompetensi penting tapi tidak menjamin kemampuan kerja.

    BalasHapus
  17. Sapa takut, emang mau pensiun hehehe, tapi bapak2 siap bayar Kredit kami di Bank hehehe

    BalasHapus
  18. Apakah benar pemerintah sudah siap dengan pemberlakuan uji kompetensi ini, perangkatnya untuk uji kompetensinya pun hingga saat ini hanya orang dalam instansi yang indepedensinya tidak teruji dan cenderung ingin menyelamatkan rekan2nya dengan alasan rasa kasihan..kalau memang ingin ini diaplikasikan seharusnya siapkan dulu asessor yang berasal luar instansi dengan begitu, nggak akan ada manuver2 licik yang akan disiapkan untuk mengakali regulasi yang mudah2an bukan omong kosong

    BalasHapus
  19. Semoga sj bnr en bukan hny sekedar wacana. Biar PNS yg kinerjax gak sebanding sm income yg d terima "kapok". Geram rasax ngeliat mereka yg taux hny nyuruh2 en berkoar2 pdhl kompetensix nol besar!

    BalasHapus
  20. Semoga sj bnr en bukan hny sekedar wacana. Biar PNS yg kinerjax gak sebanding sm income yg d terima "kapok". Geram rasax ngeliat mereka yg taux hny nyuruh2 en berkoar2 pdhl kompetensix nol besar!

    BalasHapus
  21. Semoga sj bnr en bukan hny sekedar wacana. Biar PNS yg kinerjax gak sebanding sm income yg d terima "kapok". Geram rasax ngeliat mereka yg taux hny nyuruh2 en berkoar2 pdhl kompetensix nol besar!

    BalasHapus
  22. Jujur saja, menurut saya PNS sekarang ini sudah baik, rata2 sudah memiliki kompetensi, kemampuan dan kualitas yang bagus, hanya 2 hal yang perlu ditingkatkan yaitu; profesionalitas dan integritasnya. Terutama dengan jangan diajak dan atau "diojok-ojoki" korupsi.

    BalasHapus
  23. Di Kecamatan saya ada guru nilai UKGnya baik, tapi dalam praktiknya jadi guru tsbt ternyata kalah dg guru yg nilai UKGnya kurang.Apakah hasil UKG menjadi penentu profesionalisme seorang guru ????? Apakah UKG akan mutlak dijadikan alat EKSEKUSI guru pensiun dini ????????? Benar-benar sangat memprihatinkan.Implementasi K13 belum tuntas, guru sdh di obok-obok.Inikah JALAN MENUJU GENERASI INDONESIA EMAS ??????

    BalasHapus
  24. Di Kecamatan saya ada guru nilai UKGnya baik, tapi dalam praktiknya jadi guru tsbt ternyata kalah dg guru yg nilai UKGnya kurang.Apakah hasil UKG menjadi penentu profesionalisme seorang guru ????? Apakah UKG akan mutlak dijadikan alat EKSEKUSI guru pensiun dini ????????? Benar-benar sangat memprihatinkan.Implementasi K13 belum tuntas, guru sdh di obok-obok.Inikah JALAN MENUJU GENERASI INDONESIA EMAS ??????

    BalasHapus
  25. Banyak pak PNS yg punya kopetisi skrg yg muda - muda tetapi tdk punya integritas, sehingga muncullah penerus Gayus di negara ini

    BalasHapus
  26. Pns sisa orba di pensiun kan aja mereka jauh dr kualitas tdk mampu untuk kompetisi lagi. Pns yg masuk dgn cara suap hapus juga.
    Perlu adanya revolusi yg fundament untuk para PNS hampir semua PNS2 tdk memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas 2 nya secara jujur dan cerdas.

    BalasHapus
  27. saya setuju sekali,. dan amat sangat setuju

    BalasHapus
  28. Untuk menjadi seorang PNS tidak cukup hanya modal kompetensi saja, tapi tidak kalah pentingnya adalah moral dan attitude'nya.Banyak saya lihat, PNS yg mau naik jabatannya secara kompetensi dia memenuhi tapi moral dan attitudenya NOL BESAR, tolong dimatangkan lagi kebijakan tersebut.

    BalasHapus
  29. Bagi yang ingin pensiun dini tapi bukan karena kinerja yang buruk,bukan pula karena gangguan kesehatan jiwa,bagaimana caranya?

    BalasHapus
  30. Kabar baik,, tapi sharusnya bapak lebih spesifik dalam menilai,, PNS Yang bagus belum tentu hasil kerja pribadinya,, tp juga karna bantuan para outsourcing Yang mengerjakannya.
    Hargai juga Orang di balik kerja keras mereka Yang di manfaatkan para PNS MALAS INI

    BalasHapus
  31. Setuju sx pns harus di pilih kualitas n kinerjanya jd gak cuma asal..
    Krn dy punya banyak relasi di pemerintahan pdhal gak punya keahlian & IPK rendah bisa masuk CPNS bahkan PNS..
    Seleksi kembali setiap PNS yg bagus ambil dan yg buruk BUANG saja klo gak ada gunanya..!!
    Semoga cepat terlaksana..

    BalasHapus
  32. Mulai dari pejabatnya, pak. Sbgian besar pjabat diangkat tidak berdasarkan kompetensi, ttpi brdasarkan pangkat dn kepentingan tertentu saja. Pjabat bodoh tidak suka dengan anak buah yang pintar shg trjadi like n dislike.

    BalasHapus