GABUNG BERSAMA KAMI DI LINE ^^ , ADD OFFICIAL PILAH BERITA DAN DAPATKAN UPDATE BERITA TERBARU LEWAT LINE, ADD KAMI DENGAN KLIK LINK INI YA http://line.me/ti/p/%40wvu0732a  TERIMA KASIH ^^

Selamat malam bapak dan ibu yang berbahagia. Selamat menjalankan aktifitas pada pagi hari ini. Para guru diminta memahami Undang-undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam UU Pasal 8 disebutkan, guru wajib memiliki kemampuan untuk menghasilkan siswa berkualifikasi tinggi. Selain itu, guru memiliki 30 persen faktor keberhasilan atau kesuksesan siswa.
"Guru harus meningkatkan kompetensinya agar menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas. Namun, hasil uji kompetensi guru (UKG) per 2014 hasilnya adalah lebih dari 1,3 juta guru dari total sekitar 3 juta guru atau 43,3 persen guru di Indonesia yang memiliki skor di bawah 60 dari total skor 100," ungkap Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata , Rabu (14/10).
Dia menambahkan, hal itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah, dan sekolah. Siswa, orang tua, masyarakat, organisasi profesi serta dunia usaha dan industri juga harus berperan.
"Masyarakat mempunyai peranan dalam pendidikan di Indonesia meliputi penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional," terang Pranata.
Sumber : http://www.jpnn.com/
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. semoga bermanfaat.. wassalam..

2 komentar

Seharusnya pemerintah banyak melakukan diklat untuk guru dan pematerinya pun harus yang profesional sehingga menghasilkan kualitas tenaga guru yang profesional!

Seharusnya pemerintah melakukan introspeksi diri sebelum melakukan perbaikan terhadap para guru misalnya pemerintah jangan suka mengganti-ganti kurikulum karena akan membingungkan para guru dimana pada saat guru belum menguasai betul kurikulum KTSP diganti lagi dengan Kurikulum 2013 terakhir mau diganti lagi dengan Kurikulum Nasional (Kurnas) ini akan membingungkan sekali para guru dan bagaimana mereka menjadi guru profesional kalau pemerintahnya sendiri dalam hal ini Kemendikbud tidak profesional dalam membuat keputusan.


EmoticonEmoticon