KABAR BURUK !! INI DIA BATAS AKHIR SELURUH GURU HARUS BERSERTIFIKASI DAN BERIJAZAH S1, JIKA TIDAK, BERIKUT SANKSI DARI PEMERINTAH !!

GABUNG BERSAMA KAMI DI LINE ^^ , ADD OFFICIAL PILAH BERITA DAN DAPATKAN UPDATE BERITA TERBARU LEWAT LINE, ADD KAMI DENGAN KLIK LINK INI YA http://line.me/ti/p/%40wvu0732a  TERIMA KASIH ^^

Selamat pagi bapak dan ibu yang berbahagia. Selamat menjalankan aktifitas pada pagi hari ini.
Aturan dan kebijakan Pemerintah kembali mengancam nasib para guru ditanah air, sungguh memprihatinkan.
Batas akhir ketentuan guru harus bersertifikasi dan mengantongi ijazah sarjana (S-1) tinggal dua bulan lagi. Dengan demikian, semua pengajar yang belum bersertifikasi pada awal tahun depan, mereka otomatis dilarang mengajar. Para “Umar Bakri” ini wajib mengantongi sertifikat.
Sesuai Undang-Undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen, pemerintah memberi tenggat waktu bagi guru dan dosen wajib mengantongi sertifikasi paling lambat Desember 2015.
Sementara di Kota Minyak, data Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan menunjukkan, dari 2.827 guru, sebanyak 2.239 orang sudah bersertifikasi. Sedangkan sisanya 588 guru dinyatakan belum bersertifikasi. Sedangkan dari guru berstatus tetap di sekolah swasta atau yayasan sebanyak 2.168 hanya 256 guru yang dinyatakan telah bersertifikasi. Sedangkan sisanya 1.912 orang dianggap belum berkualifikasi.
Kasubbag Kepegawaian Disdik Balikpapan Prapto Budi Suharto mengatakan, khusus swasta hanya guru berstatus guru tetap yayasan (GTY) yang bisa diberi sertifikasi. Sedangkan sisanya, guru tidak tetap di sekolah swasta tak bisa diberi sertifikasi. “Jumlah kuota yang terbatas juga menjadi kendala, pemberian sertifikasi menjadi lambat,” bebernya.
Tahun ini, kata dia,Balikpapan mendapat kuota dari pusat sebesar 77 orang yang mendapat sertifikasi. Ini untuk guru di sekolah negeri dan swasta. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun lalu sebanyak 158 orang. “Kebanyakan calon peserta penerima sertifikasi dipenuhi guru sekolah swasta,” bebernya.
Adapun untuk memperoleh sertifikasi, sebutnya, harus memenuhi syarat yang ditetapkan. Yakni wajib memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) dan memiliki ijazah strata satu (S-1). Sedangkan yang belum S-1, minimal memiliki masa kerja 20 tahun. Selebihnya, mereka juga wajib mengajar 24 jam per pekan.
Prapto menjelaskan, setelah semua calon pendaftar terdaftar dalam Aplikasi Penetapan Tenaga Kependidikan Sertifikasi Guru (AP2SG), mereka yang lolos administrasi wajib mengikuti Lembaga Pendidikan Tentang Kependidikan (LPTK), yakni pelatihan mata pelajaran di universitas yang telah ditetapkan pemerintah pusat selama 9 hingga 10 hari. “Ada tiga universitas yang ditunjuk. Yakni Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Mulawarman,” paparnya.
Jika setelah pelatihan dan ujian lolos, peserta akan mendapat sertifikasi. “Jika tidak lolos, bisa langsung mengulang ujian atau mengulang tahun depan,” imbuhnya.
Meski telah mengajar selama 24 jam per pekan, bukan berarti aktivitas ini ditinggalkan setelah mengantongi sertifikasi. Guru bersertifikat juga wajib mengajar selama itu. “Pemenuhan jam mengajar akan dimonitor oleh pengawas dan di-update di aplikasi Dapodik. Kalau memenuhi ketentuan, bisa dapat uang sertifikasi,” sebutnya.
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. semoga bermanfaat.. wassalam..

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "KABAR BURUK !! INI DIA BATAS AKHIR SELURUH GURU HARUS BERSERTIFIKASI DAN BERIJAZAH S1, JIKA TIDAK, BERIKUT SANKSI DARI PEMERINTAH !!"

  1. klo tidak perbolehkan mengajar mau dikemanakan. terus bagimana nasibnya guru yang sdh masuk data guru yang ikut ppgj 2015 tp sampai hampir selesai tahun 2015 belum ada kabarnya

    BalasHapus
  2. halah isu tidak benar...... yo gak mungkin to,,,,,, wong indo malah kekurangan guru......

    BalasHapus
  3. moga ndak terjadi. kasian yg sukuan dah lama dan blm bersertifikasi.

    BalasHapus
  4. yang sudah s1 sejak pengangkatan juga belum disertifikasi dengan alasan pembagian kuota yang tak mencapai target alias dana kurang katanya. pemerintah ini semakin aneh saja napsu besar tenaga kurang. ahhh negeri ini

    BalasHapus
  5. Menurutku ini bukan kabar buruk, melaingkan kabar baik krn sdh 10 thn sejak 2004 s/d 2014 pemerintah memberi kesempatan kpd guru pns yg blm s1 agar segera kuliah, namun hanya ditanggapi biasa saja.

    BalasHapus