EFEKTIF 1 JANUARI 2016 , PEMERINTAH UBAH SISTEM PANGKAT DAN GAJI PNS !!

Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semuaBadan Kepegawaian Negara (BKN) akan mengubah sistem kepangkatan pegawai negeri sipil (PNS) dengan menggunakan grade (tingkatan). Sistem baru ini telah dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Gaji dan Tunjangan PNS.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Harya Wibisana mengatakan gaji dan Kepangkatan PNS sebelumnya hanya diatur mulai dari IA sampai 4E. Namun, ke depan akan ada grade 1 sampai 27. ”Itu nanti ada range -nya. Masa kerja sekian, kompetensi sekian, itu ada di-grade sekian sehingga kompetensi dihargai,” paparnya.
Bima mengatakan, kepangkatan ini akan berpengaruh pada sistem penggajian yang baru. Besaran gaji PNS juga akan dilihat dari grade yang dimiliki setiap PNS.
”Sistem kepangkatan akan berbeda. Ada 27 grade. Misal, pangkatnya 4A masa kerja 10 tahun dengan pendidikan doktor dengan pangkat 4A masa kerja 10 tahun pendidikan master, apakah gajinya sama? Kita akan membedakan. Kalau sekarang kan semuanya sama,” ungkapnya.
ini sekaligus pembersihan data yang rusak. Di samping itu juga agar data lebih lengkap,” tandasnya.Menurut dia, data di BKN saat ini sudah jauh lebih baik dan teratur. Data-data yang rusak dan tidak jelas sudah dimusnahkan.
Dia menjelaskan sistem ini berlaku pada 1 Januari 2016 sehingga pendataan diharapkan akan tuntas sampai 31 Desember mendatang.
Sumber http://www.jawapos.com/ )Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

32 Responses to "EFEKTIF 1 JANUARI 2016 , PEMERINTAH UBAH SISTEM PANGKAT DAN GAJI PNS !!"

  1. oke saya setuju ,cuman untuk pendidikan,tolong benar benar dicek,soalnya pns yg kuliah sambil bekerja yg rata rta umurnya35 tahun keatas,penyerapan ilmunya tidak meyakinkan bisa 75 %,paling juga 25 %,jadi kelulusannya hanya agar dapat gelar,beluim lagi yg kuliah hanya 2 tahun sudah dapat gelar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillàh. ...peringatan besar bagi yang berakal sehat....

      Hapus
    2. Setuju. Kompetensi keilmuan, sertifikasi PT & kapabilitas kesarjanaan perlu diuji. Maklum banyak PT abal2 yg tanpa kuliah bisa dpt gelas S2....

      Hapus
  2. Setuju, kedepangelar pendidikan juga perlu diteliti dari PT mana, soalnya banyak PT yang obral gelar, padahal mahasiswahya kuliah asal-asalan sehingga kompetensi lulusannya dibawah standar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin perlu diteliti juga tentang Sertifikasi guru.. apakah sudah berbanding lurus dengan kinerjanya... ? sementara masih banyak sekolah yang rusak parah, sarana pendidikan yg minim, murid-murid miskin terancam putus sekolah, dll....

      Hapus
    2. Sekolah rusak, sarana minim, dan kemiskinan bukan karena rendahnya kinerja guru, tapi kinerja aparatur pemerintahan. Terutama pemda mulai dari bupati sampai lurah. Dan dinas2 terkait. Saya bukan guru.

      Hapus
    3. Ya betul.. tidak sepenuhnya tanggung jawab guru krn ada dinas pendidikan.. tetapi seringnya dana rehab digunakan kepala sekolah untuk balik modal wktu jadi kepsek.. dan dana dari pusat seperti macam2 dana bos juga banyak spj fiktif dan bancakan kepsek, UPT, Dinas dan guru bersangkutan.. dulu murid diantar pke motor dan guru pke sepeda, sekarang murid pke angkot dan guru bawa livina,avanza, xenia, Terios, rush dsn ertiga.. hehehe kenyataan..

      Hapus
  3. Jenjang pendidikan yg meningkat, gaji yg naik adalah hak seorang ASN. Tapi kenyataan yg terjadi banyak oknum ASN dlm bekerja lupa dgn sumpah janji sebagai seorang abdi Negara, jangankan ingat isi Sumpah/Janji, kadang Dokumen berkasnya aja lupa tempat menyimpan. Tetapi yg lalu biarlah berlalu, semoga kedepan bekerja dgn lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan baik kepada pimpinan, keluarga, masyarakat terlebih kepada TYME.

    BalasHapus
  4. Jenjang pendidikan yg meningkat, gaji yg naik adalah hak seorang ASN. Tapi kenyataan yg terjadi banyak oknum ASN dlm bekerja lupa dgn sumpah janji sebagai seorang abdi Negara, jangankan ingat isi Sumpah/Janji, kadang Dokumen berkasnya aja lupa tempat menyimpan. Tetapi yg lalu biarlah berlalu, semoga kedepan bekerja dgn lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan baik kepada pimpinan, keluarga, masyarakat terlebih kepada TYME.

    BalasHapus
  5. Sangat baik akselerasi yang dilakukan oleh Pak Menteri. Tapi hal yang paling mendasar yang terjadi pada kebanyakan ASN saat ini Adalah; Gaji ASN dijadikan anggunan di Bank dengan perhitungan Bunga yang sangat tinggi dan waktu angsuran yang sangat lama, Serta tidak adanya pembatasan maksimum jumlah angsuran dari gaji, yang menyebabkan habisnya gaji yang akan diterima pada saat penerimaan gaji. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebanyakan oknum ASN menjadi '' MALAS '' dalam bekerja dan memilih untuk mencari sumber pendapatan yang lain.
    Hal tersebut terpaksa harus di lakukan oleh oknum ASN atas dasar kebutuhan. Seharusnya pemerintah menyiapkan lembaga jasa keuangan khusus ASN yang dapat melayani kebutuhan ASN.
    Saat ini kebanyakan oknum ASN menjadi kreditur bank BUMN dan Bank swasta dengan bunga pinjaman yang lebih tinggi, bahkan berkali-kali lipat dari Pengusaha yang mengambil fasilitas kredit. Tidak jarang rumus perhitungan kredit yang sangat membebani oknum ASN. Mungkin ini sedikit diluar konteks, tapi sekedar berbagai informasi saja. Semoga bermanfaat dan dapat dicarikan solusi yang lebih baik oleh Pak Menteri.

    BalasHapus
  6. Berapa bsaran gaji untuk ASN pangkat rendah misalnya IIa??

    BalasHapus
  7. Jangan hanya gaji yg naik berdasar pangkat dan masa krja saja yg mesti dikedepankan adalah krrajinan dan hasil kerja saya rasa semua juga setuju. Klo itu baru adil buat masyarakat. Pns kan abdi masyarakat ?

    BalasHapus
  8. Semoga nasib PNS semakin baik kedepannya ya

    BalasHapus
  9. Saya kira perlu pertimbangan yang matang, jangan terburu2, jangan sampai belum satu tahun kebijakan dirubah lagi atau di tinjau kembali

    BalasHapus
  10. hah,, asal adil aja,, terkadang pangkat tinggi, masa kerja lama, bergelar, tapi kerja LOW....... sedang yg cm lulusan SMA dr Capeg ,,beban krj macam macam,,

    BalasHapus
  11. saya setuju... bagaimana sistem penggajiannya terserah lah... yang penting bisa pas-pasan.... pas mau ini bisa...pas mau itu juga bisa....

    BalasHapus
  12. Saya setuju, tp perlu jg dipertimbangkan tunjangan kinerja utk jenis pekerjaan yg mempunyai resiko, seperti petugas kesehatan (bidan, perawat, dokter, analis, dll) yg beresiko tertular penyakit pasiennya.. & resiko kecelakaan pd petugas lapangan.

    BalasHapus
  13. saya jadi teringat kegelisahan pak Syafi'i Ma'arif ketika dia menulis tentang perbandingan gaji PNS Profesional (Profesor) dengan gaji anggota dewan dahulu di harian Repuplika kalau gak salah....sungguh perbandingan yang sangat timpang....nah mudah2an dengan sistem yang baru ini...sedikitnya mengobati ketimpangan itu....amin

    BalasHapus
  14. Yg harus diperhatikan posisi jabatan dgn jumlah PNS yg diterima harus sinkron jgn overload, 1 pekerjaan diborongi oleh beberapa PNS akhirnya kinerja menurun. Penerimaan hrs disesuaikan dgn kebutuhan instansi. Dan hrs pux kompetensi

    BalasHapus
  15. Jangan hanya mengukur Gaji dr pendidikannya sj klo gak bisa kerja...klo mau JUJUR hargailah merekaa yang BETUL BEETUL bekerja scr fakta apapun pendidikannya

    BalasHapus
  16. Trus bagaimana dengan di polri? Ambil contoh : seorang anggota polri saat msk dik pertama sekelas bintara dengan menggunakan ijazah serjana S1,apakah akan mendpt tunjangan dan gaji yg berbeda dengan seangkatannya yg hanya menggunakan ijazah SMA? Mohon penjelasan

    BalasHapus
  17. Walah... yg diperbatasan, jauh dari kota pasti ketinggalan ini, kalo ijazah diperhitungkan..

    BalasHapus
  18. Kompetensi haruslah sesuai dengan talent PNS....

    BalasHapus
  19. Niat baik Pemerintah untuk meningkatkat apresiasi terhadap aparatnya merupakan hal positif yg ditunggu semua pihak dengan catatan instrumennya jelas dan akuntabel, sehingga meminimalisasi aspek ketidakadilan (diskriminasi), sbg contoh bobot utk pendidikan terakhir,masa kerja,kesetiaan,loyalitas,kreatifitas dan inovasi,dan kinerja tidak dipukul rata, serta agar dilihat juga konteks jenis pekerjaannya (spt. Resiko tinggi atau tidak, pelayanan langsung atau tidak) dan geografisnya (terkait akses dan sarana prasaranya).

    BalasHapus
  20. Niat baik Pemerintah untuk meningkatkat apresiasi terhadap aparatnya merupakan hal positif yg ditunggu semua pihak dengan catatan instrumennya jelas dan akuntabel, sehingga meminimalisasi aspek ketidakadilan (diskriminasi), sbg contoh bobot utk pendidikan terakhir,masa kerja,kesetiaan,loyalitas,kreatifitas dan inovasi,dan kinerja tidak dipukul rata, serta agar dilihat juga konteks jenis pekerjaannya (spt. Resiko tinggi atau tidak, pelayanan langsung atau tidak) dan geografisnya (terkait akses dan sarana prasaranya).

    BalasHapus
  21. Makin tinggi gelar nya,makin ga tau kerja.. Yang ada begitu

    BalasHapus
  22. Saya setuju penyesuaian gaji berdasarkan beban kerja,jenjang pendidikan juga diapresiasi,misal tunjangan jabatan eselon III yang berjenjang pendidikan S.1 jangan disamakan dg yang S.2 untuk eselon yang sama,juga jangan ada kesenjangan tunjangan kinerja antara daerah kabupaten/kota satu dengan yang lain,maupun dengan propinsi dan instansi vertikal di daerah

    BalasHapus
  23. Saya setuju penyesuaian gaji berdasarkan beban kerja,jenjang pendidikan juga diapresiasi,misal tunjangan jabatan eselon III yang berjenjang pendidikan S.1 jangan disamakan dg yang S.2 untuk eselon yang sama,juga jangan ada kesenjangan tunjangan kinerja antara daerah kabupaten/kota satu dengan yang lain,maupun dengan propinsi dan instansi vertikal di daerah

    BalasHapus
  24. Oke banget....gaji PNS naik uang beredar ditengah masyarakat meningkat...karena daya beli PNS meningkat...kami para pengusaha kebutuhan harian pasti mampu menaikkan laba....petani sejahtera karena harga pangan meningkat dan begitupun nelayan

    BalasHapus
  25. Oke banget....gaji PNS naik uang beredar ditengah masyarakat meningkat...karena daya beli PNS meningkat...kami para pengusaha kebutuhan harian pasti mampu menaikkan laba....petani sejahtera karena harga pangan meningkat dan begitupun nelayan

    BalasHapus
  26. pak...saya prihatin kepada mereka yg pendidikannya tinggi tp ndak pernah ber tri dharma scr lengkap...sebaliknya saya salut yg pendidikannya lbh rendah tp krn aktif tri dharma, dia memiliki pangkat/gol yg sama dgn yg pendidikannya lbh tinggi.

    untuk masalah studi lanjut tidak mudah, yg berusia dan berkeluarga pasti tahu ...

    yang penting meski kalah ijazah, tri dharma di dadaku...kita buktikan meski kalah ijazah kita tetap membaca, menulis, dan mengabdi.

    kita yg kalah krn ijazah sering dijadikan "kuli"...mereka yg berijazah tinggi selalu jadi "tuan gemuk"...banyak proyek, banyak duit, dan jabatan2 gila...

    tp lihat PAK nya...jauuhhh dibanding "para kuli"...lalu pemerintah berencana memberi "hadiah" lagi?...harusnya kita2 para "kuli rajin" inilah yg patut diperjuangkan bukan?

    coba buka data PAK, berapa persen kaum berijazah tinggi yg ndak pernah naik2?...memalukan bukan?...sebaliknya kami2 para "kuli"...naik ke pangkat/gol 4A saja, masih juga di hambat, padahal PAK kami sudah memenuhi syarat.

    saya setuju kalau ingin menjadi prof/guru besar harus bergelar doktor, maka sebelum mencapai itu maka aturan lama harus diberlakukan kembali.

    salam untuk persatuan "kuli kampus" produktif..hehehe

    BalasHapus
  27. Marilah kita laksanakan kewajiban dengan setulus hati dan maksimal, maka hak hak kita akan datang sendiri, termasuk kenaikan gaji dan lain- lain, mengapa sih kita ribut itu- itu saja ?

    BalasHapus