SEGERA !! KEMENDIKBUD HAPUS TUNJANGAN PROFESI GURU

Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semuaDirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, dasar penghapusan TPG karena tidak semua guru berkinerja bagus meskipun telah mendapat tunjangan itu. Kemendikbud pun menggariskan bahwa insentif kepada guru akan diberikan sesuai dengan kompetensi dan kinerja.
”Ini artinya TPG harus disesuaikan. Pemerintah ingin secepatnya insentif berbasis kompetensi dan kinerja itu( direalisasi),” katanya di Jakarta kemarin. Pranata menerangkan, penghapusan TPG sah dilakukan mengingat dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) disebutkan bahwa besaran gaji PNS tergantung pada kinerja. ”Ke depan, tunjangan harus disesuaikan dengan tiga komponen uji yang akan dilakukan Kemendikbud, yakni penilaian kinerja guru (PKG), uji kompetensi guru (UKG), dan prestasi siswa,” ujarnya.
Pranata melanjutkan, reformasi tunjangan guru akan dimulai tahun ini dengan penerapan UKG pada 19 November- 27 November. Selain itu akan dilaksanakan pula penilaian kinerja guru untuk memastikan kualitas dan transparansi evaluasi kinerja mereka. Dua hal itu akan menjadi menu pada pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). ”Jadi rapor guru nantinya harus terdiri atas PKG, UKG, dan prestasi belajar. Adanya PKB ini merupakan terobosan baru pelatihan guru,” ujarnya.
Guru besar FakultasI lmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Hafid Abbas menilai sertifikasi guru melalui portofolio dan pelatihan 90 jam tak lebih dari formalitas belaka. Guru tidak dilatih, melainkan hanya diberi sertifikat secara cuma-cuma. Hafid mendukung revisi sertifikasi guru karena tidak memberi dampak perbaikan atas mutu pendidikan nasional.
Padahal penyelenggaraannya telah menguras 2/3 dari total anggaran pendidikan yang mencapai 20% APBN. ”Pada 2010 biaya sertifikasi mencapai Rp110 triliun. Namun Bank Dunia memublikasi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum ternyata menunjukkan prestasi yang relatif sama,” tuturnya.
Hafid menegaskan, ada tiga implikasi dari program sertifikasi yang mesti dibenahi. Pertama, Kemendikbud harus menghilangkan pola formalitas penyelenggaraan program sertifikasi guru. Kedua, kaitkan sertifikasi dengan pembenahan mekanisme pengadaan dan perekrutan calon guru di perguruan tinggi. Ketiga, sertifikasi guru harus diselenggarakan berbasis kelas.
Selama ini mereka yang mengikuti pelatihan tidak dirancang untuk mengamati kompetensinya mengajar di kelas. ”Akibatnya sertifikasi guru tidak berdampak pada peningkatan mutu,” urainya.
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "SEGERA !! KEMENDIKBUD HAPUS TUNJANGAN PROFESI GURU"

  1. siip, memang kenyataan bahwa selama ini banyak guru yang mendapat TPG masih buta akan tekhnologi dan tidak berprofesional, padahal TPG diberikan untuk guru yang mempunyai sertifikat profesional, mereka setiap melakukan tugas dalam hal administrasi dann hal-hal yang berbau tekhnologi masih mengandalkan orang lain walaupun harus mengeluarkan biaya extra, dan dengan wacana seperti ini saya harap seluruh guru berlomba-lomba untuk benar-benar meningkatkan kinerjanya dan benar-benar menjadi GURU(digugu lan ditiru) bagi murid-muridnya

    BalasHapus
  2. kita liat saja realisasinya...

    BalasHapus
  3. Bagaimana dengan pemerintah sendiri apakah sudah profesional dalam menjalankan tugasnya misanya dengan adanya pergantian kurikulum terus-menerus apakah ini menunjukkan keprofesionalan pemerintah?Bagaimana para guru bisa menjalankan tugasnya secara profesional kalau kurikulum diganti terus-menerus!!!terakhir mau diganti lagi dengan kurikulum nasional!!!

    BalasHapus
  4. Benar pak kamal yusuf, dan apakah sudah profesional tu kalau bulan lalu ngomong A tetapi bulan ini ngomong lagi tp bersifat kontradiktif 180 derajat terhadap permasalahan yg sama

    BalasHapus