SOAL GAJI DAN TUNJANGAN, INI ATURAN BARU YANG WAJIB DIKETAHUI PARA PNS !!

Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Akhir-akhir ini beragam pemberitaan terkait gaji dan tunjangan bagi PNS masih terus menjadi topik perbincangan yang paling banyak dibahas oleh publik mulai dari gaji pokok yang tidak akan mengalami kenaikan seperti ditahun-tahun sebelumnya sampai dengan seputar masalah pemberian THR bagi seluruh PNS di tahun 2016 mendatang.
(BACA JUGA : SISTEM PENGGAJIAN BARU PNS !! TUNJANGAN BISA MENCAPAI RP 50 JUTA PERBULAN
Berbicara masalah gaji dan tunjangan memang tak ada habisnya, karena hampir seluruh PNS yang tersebar diseluruh tanah air menggantungkan hidupnya pada gaji dan tunjangan dari Pemerintah. Namun ada beberapa hal yang harus diketahui oleh para PNS tentang kebijakan yang akan diterapkan oleh Pemerintah terkait pemberian gaji dan tunjangan tersebut.
Mulai tahun depan, beragam jenis tunjangan PNS akan dilebur menjadi dua jenis tunjangan saja. Skema baru ini diharapkan bisa memacu kinerja abdi negara.
Skenario baru penghasilan PNS itu tertuang dalam pasal 79 Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Di dalam pasal itu dinyatakan bahwa PNS berhak mendapatkan gaji dan tunjangan. Gaji dibayarkan sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab, dan resiko.
Sedangkan tunjangan terdiri dari dua komponen atau jenis saja. Yakni tunjangan kinerja yang dibayarkan berdasarkan capaian kinerja. Kemudian tunjangan kemahalan yang mengacu indeks harga yang berlaku di daerah masing-masing. Dengan skema ini, sudah tidak ada lagi aneka tunjangan seperti tunjangan beras, lauk-pauk, anak/istri, dan sejenisnya.
(BACA JUGA : INI DIA POLA SELEKSI DAN KRITERIA PENERIMAAN PNS BARU TAHUN INI !!)
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menuturkan, landasan teknis formulasi baru penggajian PNS itu ada dalam peraturan pemerintah (PP). “Sekarang PP-nya masih dibahas. Insyallah akhir tahun ini selesai,” katanya di Jakarta kemarin.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumedang itu menuturkan dia menjelaskan aneka tunjangan yang sebelumnya ada bakal dimasukkan kedalam komponen gaji. Dengan penggabungan ini, maka gaji yang akan diterima PNS bakal naik. Namun statusnya bukan gaji pokok, melainkan gaji secara keseluruhan.
Sedangkan tunjangan kinerja adalah tunjangan yang selama ini disebut tunjangan remunerasi. Herman mengatakan tunjangan kinerja ini nantinya bakal diterima berbeda-beda antara satu PNS dengan PNS lainnya. Sebab besaran tunjangan kinerja ini merujuk pada capaian kinerja masing-masing PNS.
Dengan skema baru ini, Herman mengatakan PNS harusnya lebih terlecut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin. Khususnya untuk mengejar target kinerja yang sudah menjadi kontrak kerjanya.
“Misalnya kalau sering bolos atau terlambat masuk kerja, itu akan dikonversi menjadi rupiah dan memotong tunjangan kinerja,” tuturnya.
Sementara itu terkait dengan keuangan negara, Herman mengatakan lebih terpatau rapi. Sebab sudah tidak ada lagi aneka tunjangan yang nominalnya tidak seberapa, tetapi banyak ragamnya. Melalui sistem ini Herman mengatakan pengeluaran keuangan negara untuk belanja gaji pegawai akan lebih terukur dan akuntabel.
Sistem baru penggajian PNS ini bakal diterapkan diantaranya di kalangan guru. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, ketentuan UU ASN itu dengan sendiri bakal berpengaruh pada pemberian tunjangan profesi guru (TPG). Nantinya TPG itu akan dimasukkan dalam jenis tunjangan kinerja.
(BACA JUGA : GAWAT !! MENPAN-RB TOLAK USULAN KENAIKAN GAJI POKOK PNS 100 %, INI DIA ALASANNYA !!)
Jadi jika ada guru yang kinerjanya jelek, misalnya sering bolos mengajar, maka TPG-nya bakal dipotong. Sedangkan selama ini pemberian TPG selalu utuh, tidak terpengaruh pada kinerja guru itu baik atau tidak. “Kita semangatnya ingin menjaga kinerja guru dalam mengajar supaya tetap prima,” kata pejabat berkumis itu.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo berharap aturan baru ini tidak sampai merugikan guru. Dia mengatakan jika TPG masuk dalam tunjangan kinerja, nominalnya tidak boleh dikurangi.
“Sebab dalam UU Guru dan Dosen, besaran TPG itu 1 kali gaji pokok,” kata dia. Sulistyo prihatin karena merasa ada pihak yang tidak ikhlas guru mendapatkan TPG.
(Sumber : www.jpnn.com  )
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "SOAL GAJI DAN TUNJANGAN, INI ATURAN BARU YANG WAJIB DIKETAHUI PARA PNS !!"

  1. Guru yang sdh PNS dimanjakan ditambah dgn TPG satukali gaji,, smntr guru non PNS TPGnya cuman 1,5 jt.... trus guru honorer...? jadi dlm 1 sekolahan acapkali dijumpai gaji guru yg beda jauh.. ada yg gajinya 5 jt, ada yg 1,5jt ada yg 500rb, ngajrnyapun sama
    IRONIS..sedih

    BalasHapus
  2. masih enak guru kami dari kesehatan,mati2an menyelamatkan nyawa org,dibentak2 pasen ambulance harus ngacir larinya,ntar kalau meninggal kita malah dituntut dan dilaporkan polisi ,pendidikan kita ratusan jt padahal mereka kebanyakan honorer tp jasa mereka di riau hanya di hargai 700rb,sementara mereka punya anak istri mau cari kerja lain da tanggung usia da lanjut,padahal mengabdi sudah lebih 5th seharusnya pemerintah mengangkat mereka secara otomatis tampa tes dan embl2 apapun

    BalasHapus