Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat sore bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P2TK3 Kemdikbud), Sumarna Surapranata mengatakan, tunjangan profesi guru akan semakin diperketat pada satu Januari 2016.

Artinya, tunjangan profesi guru yang sudah berjalan selama ini sedang dievaluasi dan dibenahi kembali karena tidak sesuai dengan yang diperuntukan. Mulai 2016 tunjangan akan dilihat dari kinerja guru.
Menurut Pranata, pemberian uang tunjangan profesi dievaluasi karena selama ini tidak tepat sasaran. Banyak guru yang tidak memilki kompentensi mengajar yang memperoleh tunjangan lebih tinggi daripada yang memilki kompentesi tersebut
Bahkan ada yang lebih rendah karena bemberian tunjangan hanya dilihat dari lama mengajar. Maka, kedepannya akan kembali diperketat namun masih tetap mengunakan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN ARB) nomor 16 tahun 2009 tentang fungsional jabatan guru.

Pranata menyebutkan, kompotensi guru akan dibenarkan. Karena banyak guru yang kinerjanya rendah. Maka, ketika uji kompetensi dasar (UKG) banyak yang dibawah standar nasional 48.00 persen.
Berdasarkan data, UKG dilakukan, masih ada sebagian guru yang tidak dapat menjawab dan mengerjakan soal. Dapat disimpulkan ada guru yang dari 100 nomor soal jawab benarnya hanya tujuh bahkan ada yang satu nomor benar.

Mayorotas guru mendapatkan skor dibawah enam, jika mengunakan skala satu hingga 10. Namun, meskipun UKG rendah tunjangan profesi guru tetap diterima, sehingga tunjangan mesti perlu dibenahi.
"Saya katakan guru kita bukan tidak pintar, tetapi mereka masih perlu di tingkatkan lagi pelatihannya dan kembali di perketat pemberian tunjangan profesi guru," ujar Pranata di Kemdikbud, Jakarta, Kamis, (11/6).
Dia menambahkan, hal-hal yang perlu dibenahi adalah, mulai dari sertifikasi, pengingkatan kompetensi, dan pemberian tunjangan profesi. Tiga hal tersebut perlu dikaji ulang agar penjerimanya sesuai dengan yang diperuntukan.
Karena sejauh ini, guru yang bermasalah dengan UKG adalah guru yang mengajar tidak tetap. Seperti guru non PNS yang tidak lulus serjana karena memiliki nilai rata-rata kurang dari standar nasional yang ditetapkan.

Pembinaan yang dimaksud Pranata adalah, guru yang secara UKG masih rendah akan diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan-pelatihan .
"Masa guru yang nilainya di bawah 7,5 mendapat tunjangan sama dengan yang diatas 7,5. Inti harus dibenahi," kata Pranata.

Sementara, untuk guru daerah garis depan. Pranata menyebutkan akan diutus lagi pada akhir Desember. Karena program Guru Garis Depan (GGD) adalah program unggulan Kemdikbud untuk lima tahun kedepan.

Sejauh ini, Kemdikbud telah mengutus 798 orang guru ke daerah 3T yang meliputi terluar, tertinggal, dan terdepan untuk menjadi pendidik yang baik dan meneruskan regenerasi. Karena pada umumnya, yang menjadi GGD adalah tenaga pendidik yang memiliki kualitas, dan telah lolos sejumlah seleksi.

Pranata menjelaskan,tujuan diadakan GGD untuk, mengatasi kekurangan guru di daerah tertentu. GGD adalah prekrut yang permanan. Mereka ditempatkan sesuai dengak kebutuhan daerah dan sistemnya menetap. Jika ada yang kembali ke daerah asal atau kembali ke kota. Konsekuensinya akan dipecat.

Sebab semua GGD adalah calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang merupakan abdi negara yang siap ditempatkan dimana saja dan kapan saja."Mereka dipilih dari yang terbaik untuk membangun daerah 3T, dan akan menetap, bukan dikontrak," ujarnya.
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada sore hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

12 komentar

Keadilan itu perlu....ukurlah dgn ukuran yg patut...jangan meter digunakan untuk kg

Sertifikasi guru merupakan perjuangan panjang bangsa ini. Liku perjuangan berat itu kini membuahkan hasil. Peningkatan kesra guru meningkatkan harkat dan martabat guru. Sangat wajar bila dlm 10 tahun belum nampak kinerja profesionlitas guru. Hingga kini masih banyak guru yg mengenyam ini. Tidak ada sedikitpun alasan untuk mencabutnya dari para guru, kecuali tunjangan kemudian melekat ke dalam daftar gaji. Lihatlah sejarah panjang ini dan tunggulah hasil mencengangkan yg anda harapkan.

Benahi dulu sistem dan mekanisme UKG, evaluasi hasilnya. Parameter Profesional tidak seorang guru bukan hanya aspek Intelektual melalui UKG. Sungguh ironis ketika Kurikulum 2013 mengedepankan pencapaian Kompetensi Inti Sikap Religius dan Sikap Sosial, Pengetahuan serta keterampilan...sementara Profesionalisme guru kemudian hanya diukur oleh Test UKG

Iya saya setuju. Guru yang kurang kompeten yang kurang pandai pakai komputer harusnya juga diberikan pelatihan sehingga guru itu bisa lebih kreatif dan inovatif.

Iya saya setuju. Guru yang kurang kompeten yang kurang pandai pakai komputer harusnya juga diberikan pelatihan sehingga guru itu bisa lebih kreatif dan inovatif.

Sangat setuju kalau lebih dperketat lagi...masih banyak guru yg kurang berkompeten dalam mengjar...yg penting sudah mencukupi jam untuk dibayarkan saja..rugi negara bayar guru yg tidak berkualitas..

guru2 di indonesia ini hanya nuntut gaji besar kerja nol layak anggota dpr rapat tidur gaji besar emang indonesia ini negara dagelan tp jk uda ngomong demi negara, it,s a funny TP BAGI SY YG GURU DAERAH TERPENCIL SEJAK 21 THN YG LALU KERJA ADALA AMANAH DULU TDK ADA SERTI SEKARANG ADA TP TDK NGARUH BAGI SY YG PENTING KERJA DAN KERJA

guru2 di indonesia ini hanya nuntut gaji besar kerja nol layak anggota dpr rapat tidur gaji besar emang indonesia ini negara dagelan tp jk uda ngomong demi negara, it,s a funny TP BAGI SY YG GURU DAERAH TERPENCIL SEJAK 21 THN YG LALU KERJA ADALA AMANAH DULU TDK ADA SERTI SEKARANG ADA TP TDK NGARUH BAGI SY YG PENTING KERJA DAN KERJA

saya mohon untuk lebih di perhatikan lagi untuk guru guru di madrasah madrasah. janganlah kita hanya melirik guru guru yang berpendidikan formal saja....
pemerintah juga harus memperhatikan guru - guru yang berjasa tanpa melihat jasa....

kepala sekolah harus punya Leadership,bukan menghambat kreatif dan inovatif
hilangkan sikap mentang2 dan sikap Ego,

Tunjangan Uang makan, PNS DPK dan DPB yg TDK BEKERJA DI INSTANSI PEMERINTAH, terhitung April 2016, RESMI DICABUT.Mereka yg menempatkan di luar instansi pemerintah, kan pemerintah juga.Silahkan saja mereka dikembalikan ke instansi pemerintah, kalau itu yg menjadi persoalan.


EmoticonEmoticon