PGRI : TUNJANGAN PROFESI GURU DAN KEKURANGAN TPG 2014 HARUS DIBAYARKAN SEBELUM LEBARAN !!

Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerintah untuk segera mencairkan tunjangan profesi guru (TPG) sebelum Hari Raya Lebaran, dua pekan lagi. PGRI juga meminta pemerintah melunasi sisa TPG tahun 2014 yang belum dibayarkan kepada sejumlah guru. “Dana sudah tersedia. Guru yang akan dibayarkan sudah jelas, jadi harap segera diberikan hak guru itu,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat PGRI Sulistiyo di Jakarta, Senin (6/7).
BACA JUGA : INI DIA KEBIJAKAN BARU KEMENDIKBUD, MULAI TAHUN AJARAN BARU, SEMUA SEKOLAH HARUS TERAPKAN 3 BAHASA !!
Sulistiyo mengatakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 241/PMK 07/2014 pasal 21 ayat (1) menyebutkan penyaluran TPG untuk guru PNS Daerah (PNSD) dilaksanakan secara triwulan, yaitu setiap bulan Maret, juni, September, dan November. Penyaluran TPG guru PNSD dilakukan oleh Kementerian Keuangan langsung ke kas daerah (APBD), sedangkan penyaluran TPG non-PNS dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) langsung ke rekening guru.
Sementara itu, Kementerian Agama bertugas mencairkan TPG untuk guru-guru di bawahnya. “Semestinya sesuai PMK, TPG triwulan II paling lambat harus dibayar Juni 2015. Ini sudah bulan Juli, maka harus segera dibayarkan, baik guru di bawah Kemdikbud maupun Kementerian Agama, baik PNS maupun non-PNS,” kata Sulistiyo yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite III. Dia mengatakan pemerintah masih belum melunasi pembayaran TPG tahun 2014 kepada para guru TK non-PNS selama 5 bulan. Padahal, sesuai janji Kemdikbud, TPG tersebut akan dibayarkan tahun 2015.
Menurutnya, PGRI menerima banyak pengaduan bahwa pembayaran TPG tahun 2015 lebih buruk dibandingkan tahun 2014. Banyak guru belum menerima Surat Keterangan Pencairan Tunjangan (SKPT) sampai saat ini.
Dia menambahkan banyak pula persoalan terkait jumlah jam mengajar, mutasi guru, jumlah siswa, dan ketentuan mata pelajaran linear yang harus diselesaikan. “Guru yang sakit keras satu hari, masa TPG tidak dibayarkan. Itu tidak manusiawi.
Demikian juga guru yang mengajar di daerah terpencil karena siswanya kurang dari 20 maka tidak bisa menerima TPG. Siapa yang akan mau mengajar di daerah terpencil itu,” ujarnya. Sulistiyo menegaskan Kemdikbud dan Kementerian Agama seharusnya mencari solusi atas persoalan-persoalan itu, bukan justru menambah masalah dan mempersulit guru.
Dia mengatakan pemerintah pusat dan daerah juga perlu memikirkan nasib guru honorer, baik dari sisi kepegawaian maupun kesejahteraannya. “Cobalah bantu mereka. Harga-harga semakin mahal. Gaji semakin kecil, kerja semakin berat dan masa depan tidak jelas,” kata Sulistiyo.
(dilansir dari situs : beritasatu.com )
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PGRI : TUNJANGAN PROFESI GURU DAN KEKURANGAN TPG 2014 HARUS DIBAYARKAN SEBELUM LEBARAN !!"

Posting Komentar