Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat siang bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Rekrutmen CPNS 2015 resmi ditunda 2016 mendatang. Itu terjadi seiring keluarnya surat pemberitahuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi nomor B/2163/M.PAN-RB/06/2015 tanggal 30 Juni 2015.
“Mengingat masih banyaknya instansi pusat dan daerah yang belum menyelesaikan penetapan struktur organisasi, peta jabatannya, perhitungan analisa beban kerja, penyampaian data riil jumlah PNS, perkiraan PNS yang masuk BUP, maka rekrutmen ditunda tahun depan,” kata Yuddy di kantornya.
Selain secara administrasi belum terpenuhi, masalah anggaran juga jadi kendala. Menurut Yuddy, tahun ini pemerintah tidak menyediakan anggaran penyusunan naskah soal, biaya upload naskah soal ke dalam sistem computer assisted test (CAT), dan biaya pelaksanaan seleksi.
“Biaya rekrutmen CPNS sangat besar, makanya harus dianggarkan setahun sebelumnya. Tahun ini baru akan kami anggarkan rekrutmen 2016,” terang guru besar Fisip Unas ini.
Penundaan rekrutmen itu tak hanya terjadi untuk CPNS. Pasalnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) juga tak melakukan rekrutmen honorer K2.
“Iya untuk honorer K2 tidak bisa direkrut tahun ini. Rekrutmennya tahun depan,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Jumat (3/7).
Dia mengakui, sempat ada wacana rekrutmen honorer K2 hingga 30 ribu pada Agustus saat Raker dengan Komisi III DPR RI. Namun, pelaksanaannya sulit karena tidak ada anggaran.
“Mohon teman-teman honorer K2 bersabar. Untuk rekrutmen K2 harus ada payung hukumnya. Nah, RPP-nya masih sementara dibahas, jadi sabar saja,” tutur menteri asal Hanura itu.
Guru besar FISIP Unas ini menambahkan, anggaran honorer K2 yang tidak terpakai pada 2013/2014 telah dikembalikan ke negara dalam bentuk silpa. Diperlukan mekanisme untuk menggunakannya.
“Teman-teman honorer mulai sekarang membereskan data-data K2 saja. Lihat mana yang bodong dan tidak karena masih banyak juga daerah belum beres vervalnya. Jadi bila PP sudah ada, prosesnya bisa langsung cepat,” ujar Yuddy.
(Sumber : www.jpnn.com)
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada siang hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.


EmoticonEmoticon