INI DIA KEBIJAKAN BARU KEMENDIKBUD YANG MENIMBULKAN KONTROVERSI DIKALANGAN PENDIDIK !!

Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Sebagaimana yang pernah dikabarkan di berbagai media pemberitaan sebelumnya, bahwa Pemerintah membuat satu lagi kebijakan untuk dunia pendidikan yaitu kebijakan lima hari sekolah. Namun kebijakan tersebut masih menjadi perbincangan kalangan pendidik saat ini karena dikhawatirkan menimbulkan dampak bagi para peserta didik.
BACA JUGA : TIDAK TEPAT SASARAN, TUNJANGAN SERTIFIKASI AKAN DIHAPUS DAN DIGANTI SISTEM BARU !!
Namun, hingga saat ini kebijakan tersebut belum diterapkan karena belum menemukan skema ideal dengan sekolah hanya lima hari. “Yang jadi pertimbangan bukan hanya variabel waktu, tetapi juga aspek lain.
Sejumlah Kepala SMA/SMK di Karanganyar menilai pelaksanaan surat edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) tentang pelaksanaan lima hari kerja untuk SMA/SMK perlu kajian mendalam.
Namun, mereka tidak menolak apabila Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar akan melaksanakan kebijakan itu. Apabila Permerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Disdikpora menerapkan SE Gubernur, SMA/SMK harus memadatkan jam pelajaran.
Kepala SMKN 1 Karanganyar, Tenang Pranata, menuturkan SMK yang menggunakan kurikulum 2006 memiliki jam pelajaran 50 jam selama satu pekan. Termasuk, jam praktik. Menurut Tenang, siswa SMKN 1 Karanganyar melakukan praktik setelah pukul 13.00 WIB pada hari tertentu.
“Ya kalau lima hari kerja, praktiknya lebih sore. Kami memadatkan jam pelajaran sebelumnya enam hari menjadi lima hari. Enggak masalah, tetapi perlu kajian mendalam,” kata Tenang saat dihubungiSolopos.com, Minggu (5/7/2015).
Tenang juga mengingatkan kemungkinan imbas lain dari penerapan lima hari kerja. Menurut Tenang, siswa yang sekolah di daerah pinggiran [Jatipuro, Kerjo, dan lain-lain] akan kesulitan transportasi.
“Tidak semua siswa berasal dari wilayah dia bersekolah. Kami belum menyiapkan apapun untuk melaksanakan kebijakan itu. Kami harus rapat internal dulu,” ujar dia.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, Hartono, menjelaskan menerima salinan SE Gubernur dari MKKS Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Hartono menjelaskan SE itu mengatur SMA/SMK diharapkan dapat menerapkan kebijakan itu. Kalau tidak bisa, minimal satu sekolah akan menerapkan SE Gubernur Jateng.
Ekstrakulikuler
Namun, mantan Kepala SMAN 1 Karanganyar itu menilai SMAN 1 Karanganyar akan mengalami kesulitan. Kendala utama adalah ekstrakurikuler cukup banyak di SMAN 1 Karanganyar. Siswa menyelesaikan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada 13.45 WIB apabila enam hari kerja.
Hartono mencoba menghitung waktu apabila SE itu diterapkan. Siswa akan pulang pukul 15.30 WIB. Setelah itu mereka harus istirahat sebelum mengikuti ekstrakurikuler. “Kalau lima hari kerja, bisa sampai sore. Setelah itu, mereka harus ikut ekstrakurikuler. Mereka harus pulang jam berapa? Kalau jam pelajaran itu enggak masalah dipadatkan,” tutur dia.
Namun, Hartono menyatakan kesiapan apabila Pemkab dan Disdikpora memberi perintah melaksanakan kebijakan itu. “Kalau harus dilaksanakan ya enggak apa-apa. Nanti sembari dievaluasi. Kalau ada banyak kendala ya dicarikan solusi.”
(dilansir dari situs : www.solopos.com)
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "INI DIA KEBIJAKAN BARU KEMENDIKBUD YANG MENIMBULKAN KONTROVERSI DIKALANGAN PENDIDIK !!"