Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat pagi bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua.
Kali ini topik pembahasan berita bukan masalah pembayaran gaji ke 13 dan bukan pula masalah rapelan kenaikan gaji yang akan diterima PNS dalam waktu dekat melainkan tentang pemotongan TKD PNS yang akan diberlakukan oleh Pemerintah selama bulan Ramadhan.
Sebagaimana berita yang dikutip dari www.merdeka.com bahwa pada bulan Ramadan mendatang, dipastikan jam kerja pegawai negeri sipil DKI (PNS DKI) akan lebih singkat, yaitu dikurangi sekitar 1,5 jam dari hari-hari biasanya. Ketika dikonfirmasi, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, pun membenarkan hal tersebut.
Dirinya mengaku jika hal itu sudah sesuai dengan surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB), tentang perpendekan jam kerja PNS.
“(Jam kerja) lebih pendek, nanti pasti ada aturannya,” ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/6).
Senada dengan Ahok, Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI (BKD DKI) Agus Suradika menjelaskan, para PNS DKI yang biasanya masuk kerja pukul 07.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB di hari biasa, selama Ramadan nanti akan masuk dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB pada hari Senin-Kamis, dengan waktu istirahat dari pukul 12.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.
Sementara, jam kerja pada hari Jumat dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, dengan waktu istirahat pukul 11.30 WIB sampai 12.30 WIB.
“Kebijakan pengurangan jam kerja PNS pada bulan Ramadan tahun ini, tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami tetap berharap, meskipun puasa tetap bisa bekerja dengan baik dan pelayanan yang maksimal kepada warga,” ujar Agus.
Agus menegaskan, walaupun waktu kerja PNS DKI itu diperpendek, namun mereka akan tetap diberi sanksi jika terlambat, berupa pemotongan Tunjangan Kerja Dinamis (TKD) sebesar 2,5 persen. Menurutnya, hal itu juga sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010, tentang Disiplin PNS.
“Memang biasanya saat hari pertama Ramadan, ada saja beberapa pegawai yang datang terlambat, tapi tidak signifikan. Padahal waktunya sudah kami undur 30 menit. Tapi nanti pasti kami akan berikan sanksi,” pungkasnya.
(dilansir dari situs: www.merdeka.com)
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada pagi hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih 


EmoticonEmoticon