Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^

Selamat pagi rekan-rekan guru yang berbahagia. Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan aparat berwenang memeriksa ulang ijazah semua pegawai negeri sipil (PNS) dan pejabat penyelenggara negara. Kebijakan itu menyusul temuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) tentang dugaan ijazah palsu dan praktik jual-beli ijazah di perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Wapres, pemeriksaan ulang itu penting untuk memastikan ijazah para aparatur sipil pemerintah, termasuk pejabat negara, diperoleh melalui proses akademik yang benar atau tidak.

“Harus dong (dicek ulang), karena itu juga bahaya. Kalau ijazah saja bisa dipalsu, apalagi yang lain-lain,” kata Wapres kepada wartawan di kantornya di Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2015.

Penegakan hukum, menurut Kalla, juga harus ditegakkan dalam masalah itu karena Undang-Undang mengatur soal hukumannya. “Ada Undang-Undang-nya, itu siapa pakai ijazah palsu, maka dihukum sekian, diberlakukan saja itu.”

Wapres berpendapat, dalam kasus dugaan ijazah palsu ini cukup dengan menegakkan aturannya. Oknum pelakunya juga harus diketahui publik.

Kalla menekankan pentingnya keterbukaan itu karena bagi pejabat dan PNS sejak awal sudah disumpah untuk jujur. “Kalau pakai ijazah palsu berarti, kan, tidak jujur,” kata dia. (ren)

(dilansir dari situs: news.viva.co.id)

Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita bagikan semoga selalu bermanfaat untuk bapak dan ibu sekalian. jika berkenan mohon berikan komentar ya.... terima kasih....


EmoticonEmoticon