KEMENDIKBUD : KUALITAS GURU SERTIFIKASI AKAN SEGERA DIEVALUASI KEMBALI

Like Fanspage Facebook kami untuk mendapatkan berita dan informasi terupdate secara otomatis di beranda facebook anda. Terima Kasih ^^
Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat malam bapak dan ibu sekalian. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua.
Guru sertifikasi adalah guru profesional yang merupakan guru yang layak diberi penghargaan setinggi-tingginya dan atas keprofesionalanya dalam menjalankan tugas, Pemerintah memberikan tunjangan yang biasa disebut tunjangan profesi guru.
Kualitas guru menjadi permasalahan yang paling diprioritaskan untuk terus ditingkatkan oleh Pemerintah saat ini, pasalnya kemajuan sebuah pendidikan dan kualitas para peserta didik tergantung sungguh pada kompetensi seorang guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik.
Berhubungan dengan kompetensi guru khususnya para guru sertifikasi, Pemerintah mengagendakan untuk mengevaluasi kembali guru yang sudah mendapatkan bersertifikasi. Sementara uang tunjangan profesi pun akan dihapus dan akan diganti dengan bentuk lain.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, Nawacita mengamanatkan mutu guru harus baik dan Kemendikbud mewujudkan amanah tersebut dengan mengevaluasi kembali apakah betul guru yang sudah mendapat sertifikat itu benar-benar kompeten.
Perangkat untuk mengevaluasi ulang adalah dari hasil uji kompetensi guru (UKG) yang sudah diikuti sekitar1,6 juta guru. ”Ya, kita lihat lagi apakah mereka yang bersertifikat ini sudah benar kompeten atau tidak. Tahun ini kita akan uji lagi kompetensinya dan kita perbaiki secara komprehensif,” katanya seusai pelantikan dirjen GTK, dirjen Mandikdasmen, irjen, sekjen, dan kabalitbang Kemendikbud di kantor Kemendikbud kemarin.
Pranata menjelaskan, adanya peningkatan kompetensi berkelanjutan (PKB), ujarnya, menjadi uji diagnostik siapa guru yang tidak kompeten dan bidang apa yang tidak dia kuasai. Dari hasil uji ulang itu, jelasnya, akan menjadi tes penempatan di kluster mana dia akan dilatih kembali, apakah di pelatihan dasar, pelatihan lanjutan, menengah atau pelatihan tinggi.
Lalu nanti akan disiapkan kembali standar norma prosedur kompetensi (SNPK) karena yang harus membina kembali guru bukan hanya pemerintah, melainkan asosiasi profesi, masyarakat, dan guru itu sendiri. Pranata mengatakan, evaluasi ini dilakukan karena banyak pihak yang mempertanyakan mengapa guru yang sudah mendapat tunjangan profesi kompetensinya masih rendah.
Pranata menuturkan, dia tidak mengklaim kompetensi guru jelek namun faktanya hasil UKG 2012 hingga 2014 itu skornya di bawah enam. ”Jadi bukan UKG yang ditinjau ulang, tetapi jika ada guru yang sudah ikut UKG tetapi masih jelek maka kita akan langsung treatment kembali,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Peraturan Perundang-undangan Biro Hukum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khalid Fathoni mengatakan, sesuai dengan amanah UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen, sertifikasi guru sudah harus selesai akhir Desember ini. Dia mengungkapkan, jika Kemendikbud tidak mampu melaksanakan amanah tersebut maka kementerian akan dianggap melanggar peraturan perundangan tersebut. ”Kami sedang bahas bagaimana teknis percepatan (sertifikasi guru). Karena kalau tidak nanti kita sama-sama melanggar UU,” katanya.
Khalid menambahkan, total guru yang belum disertifikasi ada 7.000 orang. Kemendikbud, ujarnya, saat ini sedang membahas bagaimana mempercepat mereka disertifikasi. Wakil Ketua Komisi XDPR Sohibul Iman berpendapat, kunci kualitas pendidikan yang baik itu ada di guru dan pembentukan dirjen guru ini sangat positif untuk meningkatkan kompetensi guru. Iman menjelaskan, sekarang ini eselon satu yang bertugas mengelola guru sudah berada di satu pintu sehingga akan ada integrasi pengembangan pembinaan, pelatihan, serta kesejahteraan guru yang sinergis.
Bahkan dari strata pendidikan guru yang masih saja ada yang belum sarjana pun akan dapat diatasi dengan pembentukan Ditjen GTK ini.
(dilansir dari situs : www.koran-sindo.com)
Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita sampaikan pada malam hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Jika berkenan mohon berikan komentarnya. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "KEMENDIKBUD : KUALITAS GURU SERTIFIKASI AKAN SEGERA DIEVALUASI KEMBALI"

  1. Tak ada yg salah, hanya manusia nya saja yang suka bikin susah.

    BalasHapus
  2. setuju, tp bukan itu saja indikatornya, kinerja guru sgt penting, tinjau langsung kalau perlu salam kemajuan

    BalasHapus
  3. Guru guru yg udah tua sulit blajar teknologi. Apa mereka tidak kompeten? Hmm tak sesederhana itulah... Apalagi kualitas soal UKG juga sangat rendah.. Saya alumni S2 Pendidikan dari PTN di Jatim dan tahu bagaimana bikin soal yang baik. Tidak seperti soal UKG yg ....hmm mohon maaf tidak layak... Soalnya saja gak layak dan tidak reliable gak valid koq mau mengevaluasi kompetensi guru... Kompetensi yg seperti apa?

    BalasHapus
  4. Kasihan guru-guru yg sudah berumur/sebentar lg pensiun, saya yakin mereka semua gagap tekhnologi bahkan awam sama sekali. Untuk mengukur kompetensi guru yg profesional apakah selalu diukur dg nilai/angka-angka yg gampang dimanifulasi itu? Saya yakin walaupun mereka awam dan polos bukan berarti mereka bodoh dan tdk profesional sebagai guru (khusunya guru di pedesaan). Dengan UKG kembali terhadap semua guru-guru sama saja artinya utk memangkas biaya negara kpd guru-guru pahlawan tanpa jasa itu.

    BalasHapus