Assalamualaikum wr. wb. Selamat sore sahabat-sahabat guru sekalian yang berbahagia. Upaya pemerintah untuk mensertifikasi sekolah dengan standar internasional atau International Standard Operating (ISO) dinilai pemerhati pendidikan sebagai salah satu bentuk kapitalisasi pendidikan.
Darmaningtyas, pemerhati pendidikan, menilai bahwa kapitalisasi pendidikan berlangsung pasca reformasi bergulir.

“Mula-mula pada 17 Desember 2008 berbagai universitas ternama menjadi lembaga berbadan hukum. Ini bentuk privatisasipendidikan mereka bernama Badan Hukum Milik Negara (BHMN), UI, ITB, IPB jadi mahal sekali biayanya. Sistem pendidikan jadi orientasinya ke uang, kapital,” tuturnya pada wartawan Jakarta, Kamis (23/10) sore di Cikini, Menteng.

Dalam diskusi pendidikan tersebut, Tyas, panggilan karib Dharmaningtyas  juga mengatakan arah kapitalisasi ini tidak membawa dampak signifikan pada kualitas pendidikan.
Saat ini, lanjutnya, sekolah ternama juga memakai gaya serupa. Meski tidak menyebutkan rinci sekolah yang memiliki standar ISO, namun Tyas menyatakan sekolah tersebut biasanya memiliki kelas internasional.

“Biaya buat sertifikasi ISO itu Rp 90 juta dan belum biaya lain, pelatihan guru, perlengkapan fasilitas, dan semua dibebankan pada siswa,” ungkapnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sertifikasi sekolah hanya menjamin mutu sekolah secara teoritis. Akibatnya, siswa cenderung cerdas secara teori namun tidak cerdas secara sosial dan dalam pemahaman cita-cita bangsanya.

( dilansir dari situs : tribunnews.com )

Demikian berita dan informasi yang dapat Pilah Berita berikan. Semoga selalu bermanfaat untuk kita semua, sekian dan terima kasih atas kunjungan bapak dan ibu guru semua. Jika berkenan mohon dikomentari ya......

1 komentar:

Syukuri aja ... Guru jangan dipotisir ...


EmoticonEmoticon