selamat malam bapak dan ibu yang berbahagia. kesempatan kali ini PILAH BERITA akan membagikan berita terkait Tunjangan Kinerja Daerah, bagaimana beritanya.. simak dibawah ini..

Hingga kini Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) Dinamis yang dijanjikan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama belum juga cair. Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI diminta bersabar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono meminta kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan DKI agar bersabar dan jangan terlalu memikirkan tentang pencairan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

“TKD dinamis masih lama, mungkin Mei 2015. Teman-teman PNS saya minta ga usah mikirin TKD dinamis dulu lah. Yang penting TKD statis turun,” kata Heru di Balaikota, Selasa (21/4).

Heru menjelaskan, di dalam APBD DKI tahun 2015 yang disusun menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub) dengan anggaran senilai Rp69,28 triliun, Pemprov DKI memangkas‎ TKD pegawai sebesar Rp300 miliar  hingga 400 miliar.

“TKD dinamis sekali lagi saya sedang hitung benar. Tahun ini TKD saya potong Rp300-400 miliar, jadi harus ada penyesuaian penurunan,” terangnya.

Ia melanjutkan, apabila TKD dinamis telah dicairkan, pihaknya bersama Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI akan melakukan pengecekan perhitungan besaran tunjangan tersebut di lapangan. Pengecekan dilakukan dengan melihat besaran TKD dari perhitungan point kinerja.

“Saya akan pilah salah satu contoh dan ambil random sample besaran TKD dinamis pegawai setiap Kantor Walikota. Kalau ada PNS atau pejabat protes, saya yang tanggungjawab,” tegasnya.

Sebelumnya mantan Walikota Jakarta Utara ini mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang memanipulasi perhitungan besaran TKD dinamis pegawai di lingkungannya. Pimpinan atau pejabat yang kedapatan ‘bermain’ dalam perhitungan TKD ini akan distafkan selama tiga bulan dan tidak mendapatkan jabatan Eselon IV.

“Kalau ada yang bermain, kita staf tiga bulan gak dapat Eselon. Di bawah Pejabat Eselon III itu ada pejabat Eselon IV dan Pejabat Eselon IV punya staf. Kita langsung stafkan kalau mereka ngakalin TKD dinamis ini,” ancamnya.

‎Heru juga mengimbau ‎kepada seluruh PNS termasuk para guru di sekolah-sekolah negeri yang menerima TKD dinamis agar bersedia dilakukan pengecekan perhitungan besaran tunjangannya. Sebab, bila tidak mau demikian, pihaknya tidak akan mencairkan TKD dinamis bagi mereka.

(dilansir dari situs : poskotanews.com)

Sekian berita dan informasi terkait tunjangan kinerja dinamis PNS, tetap berkunjung ya... terima kasih


EmoticonEmoticon