LAKUKAN KESALAHAN, GAJI HONORER DIPOTONG

Pilahberita.com – Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi bapak dan ibu guru seluruh indonesia yang berbahagia. Salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Sejumlah tenaga honorer pemerintah kota Tarakan mengeluhkan pemotongan gaji bulanan yang cukup besar. Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kota Tarakan, Zaini mengatakan, pemotongan tersebut berdasarkan beberapa kesalahan yang dilakukan.
LAKUKAN KESALAHAN, GAJI HONORER DIPOTONG
Demo Guru Honorer
“Saat ini untuk jumlah honorer yang ada di Tarakan tercatat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sebenarnya jikapun dipaksakan untuk kesejahteraan honorer, akan cukup sulit. Karena kondisi saat ini anggaran terbatas, maka kami hanya mengacu kepada standar upah honorer atau istilahnya SPK,” kata Zanini kepada pewarta Radar Tarakan, Rabu (8/4).
Untuk standar ketetapan gaji honorer, Zaini tak bisa menyebutkan nominalnya. Sebab ini ranah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DP2KA) yang mengurus berapa rupiah yang seharusnya diterima honorer.
“Baik dia yang lulusan S1, ataupun SMA sederajat. Jika berbicara dari sisi ketenagakerjaan, istilah no work no pay, tidak kerja tidak di bayar. Apalagi jika kesalahannya karena terlambat ataupun ada unsur kesengajaan lain apapun itu risikonya kalau aturan kerja masuk jam 07.30 harus masuk pada jam tersebut tidak boleh terlambat,” jelasnya.
Aturan ini pun berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang pengupahan ketenagakerjaan. Baik tidak masuk kerja dan kebijakannya, ataupun karena keterlambatan.
“Kalau dia terlambat praktis gajinya dipotong. Dengan kesulitan gaji yang diterima saat ini paling tidak dari kesalahannya bisa meningkatkan kedisiplinan dan harus mengikuti aturan yang ada,” jelasnya.
Lantas, bagaimana dengan honorer yang sudah lama mengabdi? Zaini menjawab, perlakuannya tetap sama. Jika dibandingkan upah yang diberikan perusahaan swasta, ada namanya sistem magang, kontrak dan karyawan tetap. Tentu saja dengan gaji yang berbeda jumlahnya. Namun hal ini tidak berlaku bagi tenaga honorer.
“Kalau mereka ada juga namanya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Bisa 3 bulan, 6 bulan dan maksimum bisa sampai 3 tahun. Ada juga Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Nah, pada  saat tidak tertentu ini, mereka  menandatangani perjanjian kerja itu ada istilahnya percobaan 3 bulan, tapi kalau kontrak kerja tidak ada percobaan seperti itu. Apa yang ditandatangani ya akan berjalan seperti itu seterusnya,” bebernya.
Dan jika terjadi pemutusan kontrak, untuk swasta maka hak-haknya akan dbayar. Berbeda dengan tenaga PKWTT, jika diputuskan kontraknya akan dilihat masa percobaan 3 bulan sebelumnya.
“Jika tidak bagus maka akan diberhentikan. Maka sejak ditandatangani itulah risikonya dia, apakah sudah 3 bulan  atau satu tahun maksimum 3 tahun. Lebih dari itu terserah kedua pihak apakah akan digunakan lagi tenaganya atau tidak,” tuntasnya.
Sumber : kaltengpost
Demikian berita dan informasi yang dapat kami bagikan pada hari ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Atas perhatian dan kunjungannya kami ucapkan terima kasih. Jangan lupa Like, komentar dan bagikan info ini ya, Akhir kata kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. Wassalam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LAKUKAN KESALAHAN, GAJI HONORER DIPOTONG"

Posting Komentar